"Kelima komoditas utama ini berkontribusi sebesar 96,21 persen terhadap total penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat," katanya.
Sementara itu, pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi oleh lima komoditas utama, yaitu minyak kelapa sawit mentah (63,84%), buah dan kernel kelapa sawit (27,78%), kayu gergajian (6,87%), tangerine mandarin clementine (1,49%), serta kemasan kertas dan karton (0,01%).
"Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat," ucapnya.
"Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," imbuhnya.
Kerja sama perdagangan Jatim - Kalbar ini telah terjalin dengan baik melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 30 September 2022 di Kota Pontianak, dengan capaian nilai komitmen transaksi sebesar Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.
"Capaian Misi dagang kali ini sangat jauh meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022, kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan," tegasnya.
Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada Semester I Tahun 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,40 persen dan memberikan kontribusi 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.
Struktur perekonomian Jawa Timur ditopang oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen. Struktur ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki basis ekonomi yang kuat, produktif, dan saling terhubung dari sektor hulu hingga hilir.
Kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus sebesar Rp210,1 triliun dan berlanjut pada Semester I Tahun 2026 dengan surplus Rp100,35 triliun. Capaian ini menunjukkan kuatnya aktivitas perdagangan sekaligus daya saing produk Jawa Timur.
Baca Juga: Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan
"Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional," jelasnya.
Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Tingginya arus perdagangan tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan bahan baku, energi, serta berbagai komoditas untuk menopang aktivitas industri, manufaktur, perdagangan, dan konsumsi di Jawa Timur.
"Pada posisi ini, misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri," terangnya.
Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp41,28 triliun dari 2.282 transaksi serta melibatkan 2.654 pelaku usaha. Jawa Timur juga terus memperluas pasar internasional.
Sementara itu, tahun 2022 hingga Juli 2026, telah dilaksanakan delapan kali misi dagang luar negeri ke berbagai negara dan kawasan yaitu Riyadh – Arab Saudi, Kuala Lumpur – Malaysia, Dili – Timor Leste, Hong Kong, Osaka – Jepang, dan Singapura, dengan total transaksi mencapai Rp33,18 triliun.
"Ini menjadi bukti bahwa produk unggulan Jawa Timur memiliki daya saing tinggi di pasar global. Semangat kolaboratif yang sama tentu perlu terus diperkuat dalam pengembangan perdagangan antar daerah, termasuk dengan Kalimantan Barat," ajaknya.
Berita Terkait
-
Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Lepas Pramuka ke Jambore Nasional XII, Gubernur Khofifah: Pererat Persaudaraan dan Semangat Nasional
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim
-
Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan
-
Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari
-
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari