Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:20 WIB
PathwayX, rangkaian CCS Open House bertema Preparing Children with Future-Ready Skills, Sabtu (22/8/2026). (Dok: CCS)

SuaraJatim.id - Chung Chung Christian School (CCS) menapaki langkah baru dalam pengembangan pendidikan melalui kolaborasi dengan Raffles Institution (RI) Singapore. Kerja sama itu disampaikan dalam kegiatan PathwayX, rangkaian CCS Open House bertema Preparing Children with Future-Ready Skills, Sabtu (22/8/2026).

School Board CCS Jane Tahir mengatakan pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal fakta atau mengejar prestasi akademik. Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), menuntut institusi pendidikan membekali anak dengan kemampuan berpikir, karakter, nilai, dan tanggung jawab.

“Sebagai pelayan yang baik untuk melayankan kasih karunia Allah. Apa yang sudah dipercayakan, termasuk kemampuan kita, resources, pengaruh, dan anak-anak bukan milik kita, tapi kasih karunia Allah yang dititipkan untuk kita kelola dan edukasi,” tutur Jane dalam opening speech.

Kerja sama Chung Chung Christian School dan Raffles Institution di sektor pendidikan. (Dok: CCS)

Menurut Jane, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari seberapa sukses seorang anak, tetapi bagaimana kemampuan yang dimilikinya digunakan untuk memberi manfaat bagi orang lain.

“Bagi kami di CCS, keberhasilan bukan hanya pertanyaan seberapa sukses anak kita. Melainkan apa yang akan mereka pakai dari apa yang Tuhan sudah berikan kepada mereka untuk orang lain,” ujarnya.

Perkuat Pendidikan Berbasis IB

CCS menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh mulai jenjang early years (usia 2 tahun) hingga diploma (usia 18 tahun). Para siswa belajar dalam lingkungan internasional dengan bahasa Inggris dan Mandarin (Chinese), serta diperkenalkan pada perspektif dan pengalaman dari berbagai latar belakang.

Pendekatan IB di CCS diarahkan untuk membentuk siswa yang terbiasa bertanya, berpikir kritis, melihat persoalan dari berbagai perspektif, memiliki international mindedness, dan memahami tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat global.

School Board Representative CCS Prof. Dr. (H.C.) Ir. Rolly Intan mengatakan pendidikan bagi anak yang nantinya melanjutkan studi ke luar negeri perlu disiapkan secara holistik.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Selain kemampuan akademik, siswa perlu memiliki karakter, kematangan emosional, kecerdasan sosial, serta kemampuan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan lingkungan budaya yang berbeda. Menurut Rolly, IB juga memberi ruang bagi keunikan dan kekuatan masing-masing siswa.

Gandeng Raffles Institution

Kolaborasi dengan RI menjadi bagian dari upaya CCS memperluas pengalaman belajar siswa. RI memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Singapura, didirikan pada 1823 dan dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tertua di negara tersebut.

Dean of Internationalization & Boarding RI Low June Meng mengatakan kerja sama internasional memberi kesempatan kepada siswa untuk bertemu, bekerja, dan belajar dengan orang-orang dari latar belakang berbeda.

Menurut Low, siswa perlu tetap stay curious, memiliki tujuan dalam belajar, serta memahami kontribusi yang dapat diberikan kepada dunia di sekitarnya. Mereka juga perlu membangun goals mindset agar tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan berdampak.

Working with anybody other than people that's like them is the only possible way for them to grow,” kata Low dalam sesi diskusi panel.

Load More