- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengundurkan diri kepada pihak Istana pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Keputusan pengunduran diri tersebut diambil agar Nasaruddin dapat maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
- Pemilihan pimpinan dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang tersebut masih dinamis dan melibatkan banyak tokoh.
SuaraJatim.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (26/8/2026), sehari menjelang pembukaan Muktamar ke-35 NU atau Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.
Pengunduran diri Nasaruddin disebut berkaitan dengan rencananya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Langkah tersebut dikaitkan dengan ketentuan yang mengatur soal rangkap jabatan antara posisi pejabat negara dan pimpinan PBNU.
"Pak Nasaruddin Umar mengundurkan diri. Dia sudah menyerahkan suratnya ke Istana. Pihak Istana sudah menerima dan merestui," ujar sumber tersebut, dikutip Suara.com.
Sumber yang sama menyebut keputusan tersebut diambil karena Nasaruddin hendak mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.
Nama Nasaruddin sebelumnya memang telah masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pernah menyebut Nasaruddin sebagai salah satu tokoh yang berpotensi maju dalam pemilihan tersebut.
Dengan pengunduran diri tersebut, Nasaruddin kini berpotensi lebih leluasa mengikuti proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Namun, keputusan final mengenai kepemimpinan PBNU tetap akan ditentukan melalui mekanisme Muktamar ke-35 NU.
Mengerucut Dua Nama
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyampaikan bahwa peta persaingan calon Ketua Umum PBNU saat ini belum mengkristal pada figur tertentu.
Menurutnya, pergerakan peta dukungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) sebagai pemegang hak suara akan menjadi faktor krusial yang menentukan konstelasi akhir.
Baca Juga: Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
"Tentu masih dinamis, bahkan sangat mungkin hanya akan mengerucut pada dua nama tergantung dinamika dukungan pemilih suara Muktamar," kata Adi melansir laman MUI.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, pergeseran peta dukungan merupakan hal yang lumrah dalam tradisi politik jam'iyah NU.
Baca juga: Kiai Cholil Sebut Muktamar ke-35 Momentum Perkuat Ukhuwah Abad Kedua NU
Menurutnya, semakin mendekati hari pelaksanaan, arah dukungan dari struktur di tingkat wilayah maupun cabang biasanya baru akan terlihat lebih pasti melalui proses konsolidasi yang intensif.
Sejumlah nama besar dari berbagai latar belakang kini mewarnai bursa calon Ketua Umum PBNU yang masuk radar media nasional.
Selain petahana KH Yahya Cholil Staquf, beberapa tokoh pesantren dan pengurus wilayah turut mengemuka, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchuwah KH Marsudi Syuhud , dan Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah KH M Cholil Nafis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT