Kerja sama CCS dan RI tidak hanya berbicara mengenai pertukaran pengetahuan, tetapi juga mencakup rencana pelatihan guru CCS serta pengembangan program student exchange. Pertukaran diharapkan berlangsung dua arah sehingga siswa RI dapat memperoleh pengalaman di Indonesia dan siswa CCS mendapat pengalaman belajar dalam lingkungan internasional.
Salah satu nilai yang ingin dibangun melalui program tersebut adalah service learning, yakni memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat dan memahami kehidupan melalui pengalaman langsung.
Krusialnya Karakter dan Kebijaksanaan di Era Teknologi
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Veronica Tan, yang hadir sebagai orang tua siswa IB, menekankan pentingnya pendampingan anak sejak usia dini agar mereka mengenali dirinya dan memiliki arah dalam menjalani kehidupan.
Menurut Veronica, tantangan pendidikan bukan sekadar membuat anak menguasai teknologi, tetapi membangun kebijaksanaan dalam menggunakannya.
“Teknologi itu akan bertumbuh dengan sendirinya sampai kapan juga, tapi bagaimana kita menggunakan teknologi itu, kita butuh wisdom,” katanya.
Ia juga mendorong pendidikan yang mengenalkan anak pada jati diri, kebudayaan, potensi Indonesia, dan local wisdom. Menurutnya, pemahaman terhadap akar budaya dapat berjalan bersama kemampuan anak untuk beradaptasi, berinovasi, dan memahami dunia global.
PathwayX turut menghadirkan Chairman dari Boncafé Group, Stephan M. Tanaja, dan Business Leadership Coach sekaligus CEO Maxwell Leadership Indonesia, David Tjokrorahardjo. Keduanya juga memercayakan pendidikan anak-anak mereka di sekolah berbasis kurikulum IB.
Melalui penerapan IB dan kolaborasi dengan RI, CCS berupaya memadukan pendidikan global dengan pembentukan karakter dan nilai. Bagi Jane, tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan anak yang sukses, tetapi pribadi yang mampu menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberi dampak bagi keluarga, komunitas, bangsa, dan Tuhan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
“Kita bersama-sama tidak hanya meminta anak-anak kita untuk menjadi orang-orang yang sukses, tetapi mari kita bersama-sama memimpin mereka, mempersiapkan mereka menjadi bejana-bejana untuk maksud yang mulia,” kata Jane.***
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng PT Pacific Harvest Indonesia: Pasar Global Bagus
-
Global Private Banker Beri Penghargaan Global Kepada BRI: Keberhasilan Transformasi Bagi Nasabah
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang