- Banggar DPRD Magetan mengkritik usulan pengadaan mobil dinas camat Rp5 miliar dan videotron Rp3,5 miliar dalam P-APBD 2026.
- Sekda Magetan Welly Kristanto menyatakan pengadaan tersebut untuk efisiensi operasional dan fungsi komunikasi sosial pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan anggaran Rp25 miliar untuk perbaikan jalan serta perbaikan fasilitas sanitasi sekolah dasar dan menengah.
SuaraJatim.id - Ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan mendadak hangat. Di tengah tumpukan draf Perubahan APBD (P-APBD) 2026, dua angka mencolok menjadi sasaran kritik tajam yakni usulan pengadaan mobil dinas camat senilai Rp5 miliar dan videotron sebesar Rp3,5 miliar.
Kritik ini bukan tanpa alasan, banyak yang bertanya, di tengah jalan rusak dan toilet sekolah yang memprihatinkan, haruskah kemewahan fasilitas birokrasi didahulukan?
Menanggapi riuh rendah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, akhirnya buka suara. Baginya, angka Rp5 miliar itu bukan tentang gaya hidup, melainkan tentang efisiensi yang sudah lama tertunda.
"Mobil camat itu perencanaannya sudah mulai tahun 2023, tapi belum terealisasi. Mobil yang ada sekarang sudah berusia 18 hingga 20 tahun. Biaya perawatannya selangit dan sudah tidak efisien lagi untuk operasional pelayanan," ujar Welly, Rabu (26/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Membayangkan camat mengendarai mobil berumur dua dekade memang memunculkan dilema tersendiri bagi kelancaran tugas pemerintahan di tingkat akar rumput. Namun, Banggar DPRD tetap bergeming pada pertanyaan mendasar, apakah ini saat yang tepat?
Selain urusan kendaraan, pengadaan videotron senilai Rp3,5 miliar juga tak luput dari sorotan. Banyak pihak mempertanyakan kapan investasi digital ini akan balik modal atau memberikan keuntungan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, Welly menepis pandangan tersebut. Menurutnya, mengukur videotron hanya dari kacamata bisnis adalah kekeliruan.
"Ini soal fungsi sosial dan pemerintahan. Videotron akan jadi sarana promosi UMKM, informasi publik, hingga publikasi kegiatan lembaga negara. Jangan ditanya kapan Break Even Point (BEP)-nya, karena tujuannya adalah komunikasi massa yang efektif," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Magetan nampaknya sadar bahwa mereka harus bermain cantik dalam menyeimbangkan anggaran. Untuk meredam kritik soal ketimpangan prioritas, mereka juga menyodorkan angka-angka besar untuk kebutuhan mendasar masyarakat.
Baca Juga: Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
Sebut saja anggaran Rp25 miliar yang dialokasikan untuk memperbaiki sekitar 30 kilometer jalan kabupaten yang selama ini dikeluhkan warga. Tak hanya itu, sektor pekerjaan umum juga mendapat suntikan dana segar sebesar Rp28 miliar.
Yang tak kalah emosional adalah usulan perbaikan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dasar (SD) dan menengah (SMP). Welly mengakui, kondisi toilet sekolah di Magetan saat ini berada di titik nadir.
"Banyak toilet sekolah yang sudah tidak layak, baik dari sisi estetika maupun kelayakan untuk mendukung tumbuh kembang anak didik kita," kata Welly.
"Sebenarnya usulan ini tidak hanya untuk kenyamanan eksekutif, tapi juga untuk menunjang kelancaran tugas legislatif dan pelayanan kepada rakyat," tutup Welly.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya
-
Kebakaran Hanguskan Kandang Berisi Puluhan Ribu Ayam di Magetan, Ini Kronologinya
-
Si Brilian dari Magetan: Kisah Sapi Bermata Tiga yang Menolak Ditawar Harga Selangit
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara
-
Heboh Munculnya Kartu Chip Jelang Muktamar ke-35 NU, Ini Penjelasan Panitia
-
Menteri Agama Mundur dan Fokus Maju Calon Ketua Umum PBNU, Bakal Duel vs Petahana?
-
Masuk Bursa Ketua Umum PBNU, Ini Profil Mentereng Ketua PWNU Jateng Gus Rozin
-
PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar ke-35 NU, Siapa Saja?