- Atas dukungan PWNU Jawa Timur, Gus Kikin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.
- Gus Kikin menggagas penerapan kembali Qanun Asasi warisan para pendiri sebagai rujukan utama organisasi PBNU.
- Besarnya jumlah warga Nahdliyin akan dioptimalkan Gus Kikin untuk membangun kekuatan kemandirian ekonomi umat.
“Ekonomi itu tidak lepas dari pasar. Pasarnya NU itu dengan jumlah warganya yang begitu besar. Itu sebenarnya akan menjadi pasar ekonomi,” tuturnya.
Gus Kikin menilai penguatan ekonomi NU tidak boleh hanya bertumpu pada pola ekonomi konvensional. Perkembangan ekonomi digital juga harus menjadi bagian dari strategi untuk membangun kemandirian warga.
“Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya akan menjadi menarik,” ujarnya.
Dengan jumlah warga yang besar, Gus Kikin melihat NU memiliki peluang membangun ekosistem ekonomi yang kuat, mulai dari sektor usaha konvensional hingga ekonomi digital.
Sementara ketika ditanya mengenai sosok yang layak menduduki posisi Rais Aam PBNU, Gus Kikin memilih tidak menyebut nama.
Namun, ia memberikan gambaran mengenai kriteria Rais Aam berdasarkan tradisi NU pada masa lalu. Menurutnya, seorang ulama yang berada di posisi tertinggi Syuriyah harus memiliki kedalaman ilmu sekaligus menjadikan keilmuannya sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan dan aktivitasnya.
“Rais Aam zaman dulu memang dari sisi keilmuannya, keilmuannya mumpuni. Yang terbaik itu namanya ulama adalah yang menjaga keilmuannya. Jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya berbasis dari keilmuannya itu,” ucap Gus Kikin.
Di tengah dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin kini membawa tawaran yang menempatkan dua agenda besar dalam satu arah menguatkan kembali fondasi NU melalui Qanun Asasi dan mengubah besarnya jumlah warga Nahdliyin menjadi kekuatan ekonomi yang lebih terorganisasi.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga: Terobosan Muktamar NU: Bahas Usulan Zakat Jadi Diskon Langsung Pajak Terutang
Berita Terkait
-
Terobosan Muktamar NU: Bahas Usulan Zakat Jadi Diskon Langsung Pajak Terutang
-
Muktamar NU 'Haramkan' Ketum & Rais Aam Rangkap Jabatan Politik: Drama Alot yang Berakhir Manis
-
Misi Besar Gus Kikin di Muktamar NU: Sulap Jutaan Nahdliyyin Jadi Kekuatan Ekonomi
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya
-
Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura
-
Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar
-
Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan