- Sepuluh kantong sampah medis berbahaya ditemukan berserakan di lahan kosong Surabaya pada Selasa, 25 Agustus 2026.
- Penyelidikan mengarah kepada dokter spesialis berinisial HS setelah ditemukan label namanya pada alat suntik tersebut.
- Dinas Kesehatan Surabaya resmi menunda pengajuan izin praktik ketiga milik dokter HS akibat kasus temuan limbah tersebut.
SuaraJatim.id - Penemuan 10 kantong plastik besar berisi sampah medis seperti ribuan alat suntik bekas, kapas berlumur darah, ampul kosong, hingga kain kasa yang masih menyisakan noda merah pekat di lahan kosong dekat Exit Tol Tambak Sumur, pada Selasa (25/8/2026) siang, menjadi sorotan.
Penemuan ini viral menjadi bola panas di media sosial. Di tengah tumpukan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berserakan di saluran air kering itu, sebuah petunjuk muncul berupa sobekan bungkus obat bertuliskan RSUD Eka Candrarini.
Dalam sekejap, RSUD Eka Candrarini menjadi sasaran empuk netizen. Namun, Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Walikota Eri Cahyadi bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup langsung pasang badan.
Direktur RSUD Eka Candrarini, dr. Listyorini Rarasingtyas, menegaskan bahwa logo rumah sakit pada kantong kertas tersebut hanyalah bungkus obat yang dibawa pulang pasien, bukan bukti bahwa limbah tersebut milik mereka.
"Kami punya prosedur ketat. Setiap jarum suntik bekas di RSUD kami dilepas dan dimasukkan ke kotak khusus (safety box), tidak dibuang menyatu dengan alat suntiknya seperti yang ditemukan di lokasi. Kami juga bekerja sama resmi dengan pihak ketiga, PT Wastec International," tegas dr. Listyorini dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Saat narasi liar mulai mereda di satu sisi, fakta baru menyeruak. Jurnalis yang terjun ke lokasi menemukan label nama "HS dr." tertempel di sejumlah alat suntik.
Penelusuran mendalam mengarah pada seorang dokter spesialis kandungan berinisial HS yang berpraktik di dua rumah sakit besar di Surabaya dan memiliki klinik pribadi di wilayah Surabaya Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Mesakh, mengungkapkan fakta mengejutkan.
"Pengakuan dr. HS, dia memang kehilangan beberapa kantong limbah medis sekitar tanggal 8 atau 9 Agustus kemarin. Namun, kami harus hati-hati. Apakah itu benar miliknya atau bukan, masih dalam penyelidikan," ujar dr. Billy.
Baca Juga: Persebaya Makin Intens Jelang Debut Super League, Ini Kata Yuran Fernandes
Meski dr. HS mengaku telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengangkutan limbah, fakta bahwa ribuan jarum suntik itu ditemukan masih menyatu dengan disposable-nya (tabung suntik) menjadi tanda tanya besar bagi otoritas kesehatan.
Buntut dari temuan ini, nasib karier dr. HS kini di ujung tanduk. Dinas Kesehatan Surabaya resmi menunda atau men-hold pengajuan izin praktik ketiga sang dokter hingga kasus ini terang benderang.
"Kami tidak mau gegabah, tapi langkah ini harus diambil sebagai bagian dari evaluasi dan penyelidikan," tambah dr. Billy.
Hingga saat ini, dr. HS masih menutup diri dari awak media. Melalui orang dekatnya, ia dikabarkan tengah fokus mengumpulkan bukti-bukti untuk menghadapi pemeriksaan polisi.
Berita Terkait
-
Persebaya Makin Intens Jelang Debut Super League, Ini Kata Yuran Fernandes
-
Bela Kekasih yang Digoda, Pria Ini Ambruk Bersimbah Darah Dihantam Batu di Triple X Surabaya
-
Tuntaskan TC di Thailand, Persebaya Fokus Matangkan Persiapan Musim 2026/2027
-
Misteri Jarum Suntik Viral: RSUD Eka Candrarini Surabaya Jadi Korban Salah Sasaran?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT