- Dua pria berinisial P (48) dan HK (53) mengalami kecelakaan tunggal di Madiun pada Selasa, 8 September 2026 pukul 03.30 WIB.
- Sepeda motor yang dikendarai korban menabrak pohon di Jalan Raya Ponorogo-Madiun akibat pengemudi kurang konsentrasi dan mengantuk.
- Kedua korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Soedono Madiun, namun nyawa mereka tidak tertolong karena mengalami luka parah.
SuaraJatim.id - Perjalanan pulang dua pria paruh baya justru berakhir menjadi duka mendalam. Sepeda motor Honda Beat merah-hitam bernomor polisi AE 2738 10 yang mereka kendarai mengalami kecelakaan di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (8/9/2026) pukul 03.30 WIB.
Motor tersebut tampak melaju dari arah utara. Di atasnya, duduk dua korban, P (48) dan HK (53), tengah menembus dinginnya malam. Namun kendali atas roda dua tersebut tiba-tiba hilang.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), motor yang dikendarai P diduga melaju dengan cara yang tidak wajar.
Kurangnya konsentrasi di jam-jam rawan kantuk tersebut membuat motor oleng ke sisi kiri jalan. Tanpa sempat mengerem, motor tersebut menghantam keras sebuah pohon yang berdiri tegak di bahu jalan.
"Pengendara diduga kurang konsentrasi dan mengemudikan kendaraan secara tidak wajar hingga tidak mampu menguasai laju motornya," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota, Ipda Eko Hartono dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Benturan itu sangat hebat. P dan HK terkapar dengan luka-luka serius di sekujur tubuh. Petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi segera mengevakuasi kedua korban ke RSUD dr. Soedono Madiun.
Harapan sempat membubung saat keduanya berhasil masuk ke ruang perawatan. Namun, takdir berkata lain. Luka yang terlalu parah membuat nyawa kedua warga Kabupaten Madiun itu tidak tertolong.
Polisi memastikan bahwa kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat, murni karena hilangnya fokus sang pengemudi.
"Kami masih mendalami keterangan saksi. Namun dugaan sementara, faktor manusia, yakni kurangnya konsentrasi, menjadi penyebab utama musibah ini," pungkas Ipda Eko Hartono.
Baca Juga: Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
Berita Terkait
-
Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
-
Tiba-tiba Nongol, Pengendara Motor Jatuh Nabrak Babi Hutan di Ponorogo
-
Dikira Dicuri, Wanita Lamongan Ini Baru Sadar Motornya Ketinggalan di Minimarket Setelah 3 Hari
-
Kecelakaan di Simpang Kembang Ijo Tuban: Nyawa Gadis 19 Tahun Melayang
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Motor Hantam Pohon di Demangan Madiun, Dua Pria Meninggal Dunia
-
Jember Mau Utang Rp786 Miliar, PDIP Ngamuk dan Boikot Sidang Paripurna
-
Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung
-
Madura Unied Tancap Gas, Ze Gomes: Liga Indonesia Tidak Gampang
-
Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet