Wakos Reza Gautama
Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB
Ilustrasi seorang pelaku pencurian berinisial EJR tewas akibat amukan massa di Toko Audio SPL, Probolinggo, pada Senin dini hari. [gemini ai]
Baca 10 detik
  • Seorang pelaku pencurian berinisial EJR tewas akibat amukan massa di Toko Audio SPL, Probolinggo, pada Senin dini hari.
  • Aksi pencurian tersebut berhasil diketahui pemilik toko melalui sistem pengawas CCTV yang terhubung langsung ke telepon selulernya.
  • Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian dan saat ini masih memburu satu pelaku lain yang melarikan diri.

SuaraJatim.id - Aksi pembobolan sebuah toko elektronik di Kabupaten Probolinggo berakhir tragis. Bermaksud menggasak peralatan pengeras suara di tengah keheningan malam, seorang terduga pelaku pencurian justru meregang nyawa usai menjadi sasaran amukan massa yang mengepung persembunyiannya.

Peristiwa mencekam ini terjadi di Toko Audio SPL, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (14/9/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Aksi pelaku terbongkar berkat kecanggihan teknologi. Sang pemilik toko, Erno (46), yang tengah berada di rumahnya di Desa Jorongan, mendadak curiga saat memeriksa notifikasi sistem keamanan di telepon selulernya.

Saat membuka aplikasi kamera pemantau (CCTV), Erno tersentak mendapati bayangan orang tak dikenal tengah mengacak-acak barang berharga di dalam tokonya.

Tanpa buang waktu, Erno segera menghubungi tetangga sekitar dan melapor ke Polsek Leces. Dalam hitungan menit, ratusan warga bersama aparat kepolisian langsung mengepung rapat toko audio tersebut.

Suasana dini hari kian mencekam ketika warga mendengar suara gaduh mencurigakan dari balik eternit dan atap toko. Menyadari aksinya telah dikepung lautan massa, para pelaku panik dan mencoba meloloskan diri melalui celah plafon.

Salah satu pelaku, yang belakangan diketahui berinisial EJR (45), warga Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, berhasil disergap warga saat berusaha turun untuk kabur.

Kemarahan warga yang tersulut tak lagi terbendung. Situasi berubah menjadi aksi main hakim sendiri, membuat EJR dihujani pukulan hingga mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera meredam amuk massa dan melarikan pelaku ke Rumah Sakit PG Wonolangan Dringu. Namun nahas, akibat pendarahan dan luka berat yang dialaminya, EJR akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Dikira Dicuri, Wanita Lamongan Ini Baru Sadar Motornya Ketinggalan di Minimarket Setelah 3 Hari

Sementara itu, seorang rekan pelaku berhasil memanfaatkan situasi kekacauan tersebut untuk melompat kabur menembus pekatnya malam.

"Pemilik toko itu tahu ada orang masuk dari CCTV yang nyambung ke HP. Terus lapor ke polisi dan warga kumpul. Waktu digerebek, satu pelaku kena tangkap di atas, tapi karena massa terlalu banyak, pelaku sempat dimassa. Satu orang temannya kabur," tutur Masuni, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, membenarkan peristiwa percobaan pencurian yang berujung maut tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), barang-barang berharga di dalam toko memang telah dipersiapkan pelaku, namun belum sempat dibawa kabur.

"Toko yang disasar adalah toko perlengkapan audio. Barang-barang sudah dipersiapkan, namun belum sempat dikeluarkan oleh pelaku karena keburu diketahui warga," terang AKP Kembar.

Polisi telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV), perkakas yang digunakan pelaku untuk membobol atap, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Load More