Ronald Seger Prabowo
Rabu, 23 September 2026 | 12:04 WIB
Empat rumah semi permanen milik perajin tempe, Aris Putra Pratama (25), di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, ludes terbakar saat ditinggal penghuninya berjualan ke pasar, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. [Beritajatim]
Baca 10 detik
  • Empat rumah milik perajin tempe di Ngawi ludes terbakar pada Rabu pagi ketika ditinggal pemiliknya ke pasar.
  • Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dalam waktu satu jam menggunakan dua unit armada tanpa adanya korban jiwa.
  • Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

SuaraJatim.id - Empat rumah semi permanen milik perajin tempe, Aris Putra Pratama (25), di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, ludes terbakar saat ditinggal penghuninya berjualan ke pasar, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk. Api dengan cepat membesar hingga membuat warga panik karena khawatir merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api telanjur membesar. Dalam kejadian itu, warga hanya berhasil menyelamatkan sepeda motor dan seekor sapi milik korban.

“Ketika saya ke sini, empat rumah sudah terbakar hebat. Hanya motor dan sapi yang bisa diselamatkan. Warga sudah berusaha memadamkan api, tapi tidak mampu,” kata warga setempat, Ririn Winarni melansir Beritajatim--jaringan Suara.com.

Mendapat laporan warga, Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi mengerahkan dua unit armada ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian sebelum merembet ke bangunan lain.

Petugas damkar, Joko Kartono, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. “Kami dapat laporan, kerahkan dua unit damkar. Api sudah membesar, diduga dari korsleting listrik,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan empat rumah yang juga digunakan sebagai tempat aktivitas usaha perajin tempe. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan korsleting listrik masih merupakan dugaan awal dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini

Load More