Wakos Reza Gautama
Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB
Polisi menangani kasus seorang nenek berinisial K (74) yang meninggal dunia setelah terbakar saat membakar daun jati kering di ladangnya di Desa Mulyosari, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Seorang lansia berinisial K tewas mengenaskan setelah terjebak kobaran api di ladangnya pada Selasa pagi.
  • Korban yang berniat membersihkan daun kering mengalami luka bakar lebih dari 80 persen akibat api tersebut.
  • Hasil pemeriksaan polisi dan medis memastikan tidak ada unsur pidana sehingga keluarga menerima kejadian sebagai musibah.

SuaraJatim.id - Niat membersihkan ladang berujung maut bagi seorang lansia di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.

Korban berinisial K (74) ditemukan tewas dengan luka bakar mengenaskan usai terjebak kobaran api yang disulutnya sendiri pada Selasa (6/10/2026) pagi.

Tragedi bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui pergi ke ladang miliknya untuk membersihkan serasah daun jati yang mengering. Namun, hanya berselang 45 menit, aktivitas rutin tersebut berubah menjadi petaka.

Seorang saksi di sekitar lokasi mengaku mendengar suara lirih meminta pertolongan dari arah ladang. Saat ditelusuri ke sumber suara, korban sudah ditemukan dalam posisi telentang di tanah dengan kondisi tubuh terbakar hebat.

Warga yang panik langsung berupaya menolong, nahas nyawa korban tak tertolong sebelum sempat dilarikan ke fasilitas medis.

Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim bersama Unit Inafis Polres Tulungagung dan tenaga medis setelah menerima laporan warga.

"Di TKP, kami menemukan sebuah korek api gas warna kuning dan sabit yang gagangnya sudah sebagian terbakar," ujar AKP Guruh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh Puskesmas Pagerwojo dan olah TKP, korban mengalami luka bakar ekstrem hingga lebih dari 80 persen. Polisi memastikan tidak ada unsur pidana maupun tanda-tanda penganiayaan di balik kematian korban.

"Hasil visum luar mengonfirmasi tidak ada indikasi kekerasan lain. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini secara ikhlas sebagai musibah murni dan menolak autopsi mendalam," tambah Guruh. Jenazah kini telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan. (ANTARA)

Baca Juga: Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Load More