- Imron dan Muhamad Nurdin berseteru akibat tuduhan ilmu hitam di Lumajang pada Rabu, 14 Oktober 2026.
- Aparat desa dan kepolisian mengganti rencana ritual sumpah pocong dengan sumpah Alquran demi meredam konflik.
- Perselisihan bisnis berujung tuduhan santet tersebut berakhir damai setelah penandatanganan surat perjanjian pada Jumat, 16 Oktober 2026.
SuaraJatim.id - Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh kabar perselisihan panas dua pria di Kabupaten Lumajang yang menuntut pembuktian lewat ritual mistis sumpah pocong.
Masalah yang bermula dari tudingan kepemilikan ilmu hitam (santet) ini menyedot perhatian khalayak hingga harus dimediasi ketat oleh aparat gabungan.
Perseteruan tersebut melibatkan Imron, warga Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, dengan lawannya, Muhamad Nurdin, warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir.
Ketegangan memuncak pada Rabu (14/10/2026) ketika keduanya saling lempar tudingan memakai santet. Karena sama-sama merasa benar dan tak ada yang mau mengalah, kedua belah pihak dengan berani menantang pelaksanaan ritual sumpah pocong sebagai jalan pembuktian terakhir.
Isu tuntutan sumpah pocong ini pun langsung menyebar liar dan memicu kegemparan warga setempat. Namun, aparat desa dan pihak berwajib bergerak cepat mencegah ritual adat tersebut.
Kepala Desa Selok Anyar, Nur Asin, meluruskan kabar burung yang telanjur viral. Ia menegaskan tidak ada prosesi sumpah berbalut kain kafan seperti narasi yang beredar di jagat maya.
"Kabar ada sumpah pocong itu tidak benar. Keduanya kami anjurkan dan sepakat untuk mengambil sumpah di bawah kitab suci Alquran. Karena kita semua muslim, sedangkan sumpah pocong itu ranah adat versi nonmuslim," tegas Nur Asin, Jumat (16/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Fakta di lapangan mengungkap bahwa akar perselisihan maut ini sejatinya dipicu oleh friksi persaingan bisnis antarkeduanya. Sayangnya, tensi sengketa usaha tersebut meruncing liar hingga merembet ke tuduhan tak berdasar soal ilmu gaib.
Guna meredam polemik berkepanjangan, prosesi sumpah Alquran akhirnya digelar khidmat dengan dipandu langsung oleh tokoh ulama setempat. Momen penegasan keyakinan itu turut disaksikan oleh 10 saksi perwakilan keluarga, perangkat desa, serta aparat Babinsa dan kepolisian setempat.
Baca Juga: Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur
Perselisihan panas berbalut aroma mistis ini pun resmi dinyatakan berakhir damai setelah kedua belah pihak menandatangani surat perjanjian kesepakatan bersama dan berjanji tidak memperpanjang konflik.
Berita Terkait
-
Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur
-
Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih
-
Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free, Lebih dari Sekadar Memiliki SUV
-
Api Mengamuk Merembet ke 4 Puncak, Jalur Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Ditutup Total
-
Perahu Ditemukan Kosong Tanpa Dayung, Pemburu Gurita di Tulungagung Lenyap Ditelan Ombak
-
Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
-
Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU