Fabiola Febrinastri
Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membantu masyarakat Pacitan dengan menyerahkan bansos dan tali asih, senilai total Rp 11,499 miliar, minggu lalu. (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial dan tali asih bagi warga masyarakat Pacitan dengan total Rp 11,499 miliar, minggu lalu.

Berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, penyerahan aneka bansos tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial, membantu memenuhi kebutuhan kelompok rentan, serta mendorong kemandirian masyarakat.

Berdasarkan rekapitulasi tahun 2026, total alokasi berbagai bantuan bagi Kabupaten Pacitan mencapai Rp11.499.873.916 atau Rp11,499 miliar. Dukungan tersebut mencakup bantuan sosial, biaya operasional dan tali asih bagi pilar sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan keuangan desa, sarana pertanian dan perikanan, pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta infrastruktur.

Gubernur Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan perlu memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan penerima. Karena itu, penguatan perlindungan sosial dilakukan beriringan dengan pemberdayaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

“Kami ingin bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri. Ada kebutuhan dasar yang harus kita bantu penuhi, ada pendidikan anak-anak yang perlu kita dukung, dan ada usaha masyarakat yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Khofifah.

Dalam rekapitulasi tersebut, rinciannya yaitu alokasi melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp3.842.800.000. Jumlah itu mencakup Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.314 keluarga dengan total Rp2.628.000.000 atau Rp2 juta per keluarga per tahun.

Selain itu, terdapat bantuan sosial kemiskinan ekstrem bagi 168 penerima senilai Rp252 juta serta bantuan langsung tunai bagi 14 buruh pabrik rokok dengan total Rp14 juta.

Perlindungan sosial juga menjangkau 105 penyandang disabilitas dengan alokasi Rp378 juta. Sementara itu, program KIP Putri Jawara dialokasikan bagi 97 penerima senilai Rp291 juta dan KIP PPKS Jawara bagi lima penerima dengan total Rp15 juta.

Adapun biaya operasional dan tali asih bagi 120 pilar sosial dialokasikan sebesar Rp264,8 juta. Para penerima mencakup sumber daya manusia PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027

Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada para pilar sosial yang terus mendampingi masyarakat. Menurutnya, keberadaan mereka berperan penting dalam mengenali kebutuhan warga, memperkuat pendampingan, dan mendukung ketepatan sasaran pelayanan sosial.

“Terima kasih kepada seluruh pilar sosial yang terus hadir mendampingi masyarakat. Panjenengan semua memiliki peran penting untuk membantu memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai,” tuturnya.

Dukungan bagi masyarakat Pacitan turut diperkuat melalui program bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur dengan total Rp291,5 juta. Dari jumlah tersebut, Rp236,5 juta dialokasikan untuk penyaluran di Pendopo Kabupaten Pacitan, sedangkan Rp55 juta untuk penyaluran di pesantren.

Bantuan BAZNAS di Pendopo mencakup Bantuan Tunai Fakir bagi 10 penerima senilai Rp5 juta, bantuan khitanan massal bagi 100 anak dengan total Rp25 juta, serta santunan dan perlengkapan sekolah bagi 20 anak yatim senilai Rp5 juta.

Selain itu, terdapat bantuan paket gizi untuk pencegahan stunting bagi 100 penerima senilai Rp30 juta serta zakat produktif bagi 50 penerima dengan total Rp25 juta.

Untuk mendukung kelayakan hunian dan kegiatan ekonomi keluarga, dialokasikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni atau bedah rumah bagi lima penerima dengan total Rp100 juta. Terdapat pula bantuan alat usaha berupa rombong bagi lima penerima senilai Rp17,5 juta.

Di bidang pendidikan, bantuan mencakup beasiswa SKSS bagi tujuh mahasiswa dengan total Rp14 juta serta dukungan berupa tas dan alat tulis bagi 100 anak senilai Rp15 juta.

Adapun alokasi BAZNAS untuk penyaluran di pesantren meliputi zakat produktif bagi 50 penerima senilai Rp25 juta, bantuan biaya pendidikan bagi 10 santri sebesar Rp10 juta, serta beasiswa SKSS Ma’had Ali bagi 10 penerima dengan total Rp20 juta.

Dukungan terhadap kelayakan hunian juga diperkuat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Program ini dialokasikan bagi 10 penerima, masing-masing Rp25 juta, dengan total Rp250 juta.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa dukungan pendidikan, pemenuhan gizi, dan kelayakan tempat tinggal merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, bantuan usaha diharapkan dapat menjadi modal bagi penerima untuk memperkuat penghasilan keluarga.

“Pendidikan anak-anak harus terus kita jaga, kebutuhan gizinya kita perhatikan, dan keluarga kita dukung agar memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui bantuan usaha, kami juga berharap masyarakat semakin bersemangat mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menopang kebutuhan keluarganya,” ungkapnya.

Dukungan pemberdayaan ekonomi turut melibatkan BUMD Provinsi Jawa Timur melalui alokasi zakat produktif sebesar Rp50 juta bagi 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu.

Pada sektor pemberdayaan desa, terdapat alokasi Rp115 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Jumlah tersebut terdiri atas program Desa Berdaya sebesar Rp100 juta untuk satu desa serta BKK kabupaten/kota sebesar Rp15 juta.

Sementara itu, alokasi bantuan keuangan desa mencapai Rp5,325 miliar. Rinciannya, Rp250 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk satu desa, Rp1,525 miliar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk sembilan desa, serta Rp3,55 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk 14 desa.

Untuk mendukung produktivitas pertanian, disiapkan bantuan alat dan mesin pertanian senilai Rp450 juta melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bantuan tersebut meliputi empat unit alat pemipil jagung, empat unit alat perontok hasil panen, satu unit motor roda tiga, satu unit traktor tangan rotari, serta satu unit mesin tanam padi.

Di sektor perikanan, alokasi bantuan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mencapai Rp475.573.916.

Dukungan tersebut meliputi 60 jaring ikan untuk tiga kelompok usaha bersama senilai Rp169.313.000, empat mesin tempel kapal berkapasitas 15 PK untuk empat kelompok usaha bersama senilai Rp196.538.000, bantuan budidaya ikan lele sebesar Rp54.819.802, serta bantuan budidaya ikan nila sebesar Rp54.903.114.

Terdapat pula alokasi dukungan program pembinaan jalan kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp700 juta.

Menurut Khofifah, berbagai dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perlindungan sosial perlu ditopang penguatan ekonomi, pelayanan dasar, dan pembangunan desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan semakin luas.

“Kami mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi dan pendampingan. Semoga setiap bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik, membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi penguat semangat untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan kegiatan dan berbagai program bantuan yang dihadirkan bagi masyarakat Pacitan.

Menurutnya, perhatian dan kunjungan Gubernur ke Pacitan turut memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi daerah. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pelaku usaha penginapan, tingkat keterisian penginapan di Pacitan meningkat hingga penuh selama dua hari terakhir.

“Matur nuwun, terima kasih sudah diselenggarakan di Pacitan. Seperti yang saya sampaikan kepada Ibu Gubernur, untuk mengangkat Pacitan agar lebih maju lagi sebenarnya sederhana, kalau Ibu sering-sering ke Pacitan, selesai semuanya,” ujarnya.

“Kami juga mendapat kabar dari pelaku usaha penginapan, alhamdulillah penuh di Pacitan selama dua hari terakhir. Maturnuwun Ibu Gubernur Khofifah dan seluruh jajaran. Program yang dibawa beliau juga banyak sekali. Kami mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur,” tegasnya.

Indrata juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan yang diterima secara optimal sesuai peruntukannya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun mendukung kegiatan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pesan saya kepada seluruh penerima manfaat, agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sekali lagi maturnuwun. Semoga ikhtiar dan pengabdian Ibu Gubernur serta kita semua senantiasa mendapatkan petunjuk, rida, dan pertolongan Allah SWT,” tandasnya.

Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut menjadi dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memperkuat upaya memperbaiki kondisi ekonomi. Hal ini dirasakan Sobikin (77), penerima Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) di Kabupaten Pacitan. Ia mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan membiayai pendidikan anak.

“Alhamdulillah, saya dapat bantuan PKH Plus dan sangat membantu sekali bagi saya dan keluarga. Bantuan ini untuk mencukupi kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak. Terima kasih Bu Khofifah atas bantuannya untuk masyarakat. Semoga bisa berlanjut, mudah-mudahan Bu Khofifah diberikan kesehatan dan panjang umur,” tutur Sobikin.

Manfaat bantuan juga dirasakan keluarga penerima bantuan sosial kemiskinan ekstrem. Sri Wahyuni, anak dari salah seorang penerima bantuan yang tinggal di Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, menyampaikan bahwa bantuan tersebut membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi modal untuk mengembangkan usaha kecil di rumah.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat karena bisa untuk modal warung dan jualan di depan rumah, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih Bu Khofifah. Semoga Ibu sehat, sukses, lancar, dan dapat terus membantu masyarakat,” ungkap Sri Wahyuni. ***

Load More