- Pelaku Dwi Bagus Martono merencanakan pembunuhan sadis terhadap Dini Hardiyanti dan balitanya di Madiun.
- Polisi menyita mesin pencacah seharga Rp13 juta yang dibeli pelaku dari Gresik untuk melumat jasad korban.
- Kapolres Madiun Kota menyatakan penyidik melakukan investigasi gabungan di tiga lokasi untuk mendalami kasus ini.
SuaraJatim.id - Tabir perencanaan pembunuhan sadis terhadap Dini Hardiyanti (30) dan balitanya, AGF (4), kian tersibak mengerikan.
Pelaku, Dwi Bagus Martono (DBM), rupanya telah mempersiapkan sarana eksekusi secara matang, termasuk mendatangkan alat khusus untuk memusnahkan jasad kedua korban.
Penyidik kepolisian mengungkap fakta mencengangkan. Mesin pencacah yang digunakan untuk melumat tubuh ibu dan anak itu dibeli pelaku secara khusus dari Kabupaten Gresik dengan harga Rp13 juta.
Alat maut tersebut tiba di Madiun pada 23 September 2026. Yang tak kalah membuat bergidik, usai melancarkan mutilasi biadabnya, DBM langsung mengobral mesin pencacah itu dengan harga anjlok, hanya Rp1,5 juta, diduga demi menghilangkan jejak secepat kilat.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, menegaskan bahwa kepolisian kini bergerak dalam skema joint investigation (investigasi terpadu) bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
"Penyidik masih melakukan pengembangan dan pendalaman perkara, termasuk olah TKP lanjutan untuk merangkai seluruh konstruksi peristiwa secara utuh," tegas AKBP Rizki Pratama, Senin (26/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Penyelidikan gabungan ini difokuskan pada tiga lokasi krusial yang menjadi saksi bisu kejahatan berdarah tersebut.
Pertama kamar sebuah hotel di pusat Kota Madiun (lokasi eksekusi awal) lalu di rumah orang tua pelaku di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, dan Kediaman yang ditinggali pelaku di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.
Di rumah Jalan Kunir, tim forensik menemukan titik paling mencurigakan yakni sebuah tungku perapian di pekarangan belakang.
Baca Juga: Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak
Tungku tradisional inilah yang diduga kuat menjadi saksi bisu pembakaran sisa-sisa bagian tubuh korban yang sebelumnya telah dihancurkan mesin penggiling.
"Kami menelusuri dugaan praktik pembunuhan dengan cara mutilasi dan pembakaran jasad korban. Salah satu yang kami dalami secara intensif adalah keberadaan tungku api di bagian belakang rumah Jalan Kunir," ungkap Rizki.
Titik terang pembunuhan ini bermula dari laporan orang hilang yang dilayangkan oleh adik korban, Khanza, pada 5 Oktober 2026.
Berbekal laporan tersebut, tim Opsnal bergerak melacak jejak rekaman kamera pengawas (CCTV) hotel tempat Dini dan anaknya terakhir kali terlihat bersama pelaku.
Rekaman tersebut membantah segala alibi hingga akhirnya merontokkan jejak kepalsuan DBM, suami siri yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya di hadapan hukum.
Berita Terkait
-
Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti
-
Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M
-
Pangkas Biaya dan Jarak, Tim Ekspedisi Patriot ITS Surabaya Dekatkan Akses Beasiswa
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya