facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanggapi Penolakan JFC, Kemenkopolhukam: FPI Harus Bijak Dong

Chandra Iswinarno Kamis, 08 Agustus 2019 | 19:14 WIB

Tanggapi Penolakan JFC, Kemenkopolhukam: FPI Harus Bijak Dong
Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-13 di Jember, Jatim, Minggu (24/8). Grand Carnival kali ini bertemakan Triangle Dynamic in Harmony. [Antara/Seno]

Gelaran JFC yang telah berjalan bertahun-tahun di Jember merupakan modal budaya bangsa yang harus digelorakan.

SuaraJatim.id - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI menanggapi penolakan Ormas Front Pembela Islam (FPI) soal penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

FPI menganggap kegiatan JFC melanggar norma-norma kesusilaan dan agama setelah mencermati dandanan seksi artis Cinta Laura sebagian talenta JFC. Dandanan mereka dinilai agak vulgar.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam Mayjen TNI Wawan Kustiawan mengatakan tidak seharusnya FPI bertindak secepat itu dengan meminta tidak lagi diselenggarakan pada tahun berikutnya.

"FPI harus lebih bijak untuk menyikapi adanya kasus tersebut. Harus mendukung budaya nasional. Harus memilih dan memilah," ujar Wawan usai acara Forum Komunikasi dan Koordinasi Indeks Demokrasi Indonesia Kemenkopolhukam di Hotel Tunjungan Surabaya, Kamis (8/8/2019).

Baca Juga: Reaksi Cinta Laura saat Tahu Penampilannya di JFC Diprotes FPI

Menurut Wawan, gelaran JFC yang telah berjalan bertahun-tahun di Jember merupakan modal budaya bangsa yang harus digelorakan.

"Itu merupakan modal budaya bangsa. Penolakan tidak ada hubungannya. FPI harus bijak," ucap Wawan.

Untuk diketahui, Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menolak acara Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menurut FPI, kegiatan itu melanggar norma-norma kesusilaan dan agama.

Seruan tersebut dikemukakan Ketua FPI Jatim Habib Haidar Alhamid, usai mendapat masukan dan memantau media sosial yang ramai dengan penampilan seksi artis Cinta Laura dan sebagian talenta JFC. Dandanan mereka dinilai agak vulgar.

“Kami menolak, kami mengingkari. Stop. Berhenti. Saya ketemu siapapun, saya akan bicara. Jangan salahkan orang ngomong, seperti kalian tidak mau disalahkan dalam berbuat. Tahun depan tidak perlu diselenggarakan,” kata Haidar, Selasa (6/8/2018).

Baca Juga: FPI Minta JFC Dihentikan, Wabup Jember: Mari Kita Perbaiki Bersama

Dengan tegas, Haidar menyebut JFC sebagai bentuk kemungkaran. “Apalagi?” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait