Civitas Akademika UMM Salat Gaib di Masjid yang Diresmikan Almarhum Habibie

Chandra Iswinarno
Civitas Akademika UMM Salat Gaib di Masjid yang Diresmikan Almarhum Habibie
Suasana salat gaib di Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (12/9/2019). [Dok. UMM]

Sosok Habibie sebenarnya memiliki andil besar mencanangkan pembangunan Kampus III UMM di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur

Suara.com - Kenangan Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie melekat erat bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya Masjid AR Fachruddin yang diresmikan 28 April 1999 silam.

Duka mendalam menyelimuti civitas atau warga kampus. Usai Salat Zuhur, mereka menggelar Salat Gaib di masjid yang diresmikan Almarhum Habibie tersebut, Kamis (12/9/2019).

Ratusan warga kampus, terdiri dosen, karyawan, hingga mahasiswa UMM turut mengikuti Salat Gaib dan memanjatkan doa. UMM juga mengibarkan bendera setengah tiang di lapangan Helipad yang konon juga terinspirasi dari Habibie.

Wakil Rektor II UMM Nazaruddin Malik mengatakan kabar tutup usianya Habibie menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia dan dunia ilmu pengetahuan. Tak terkecuali seluruh civitas akademika UMM yang memiliki ikatan khusus dengan Habibie.

"Pak Habibie punya sumbangsih pemikiran yang besar terhadap perkembangan UMM, utamanya pendirian Kampus III UMM. Pak Habibie juga punya andil besar menginspirasi pendirian Fakultas Teknik," ujarnya ditemui usai salat gaib.

Nazarudin melanjutkan, sosok Habibie sebenarnya memiliki andil besar mencanangkan pembangunan Kampus III UMM di Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur tersebut. Bahkan kini, kampus itu sekarang menjadi kampus induk.

"Waktu itu Pak Habibie masih menjabat Menristek atau Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi periode 1974-1998," sambungnya.

Habibie juga meresmikan Masjid AR Fachruddin UMM saat menjabat sebagai Presiden ke-3 Indonesia. Masjid itu dibangun pada 1995 dan diresmikan pada 1998.

Masjid dominasi warna putih ini terdiri dari lima lantai yang dimanfaatkan selain untuk tempat ibadah juga untuk perkuliahan dan perkantoran. Tempat ibadah berada di lantai tiga sampai lantai lima.

Sedangkan lantai dua digunakan untuk perkantoran takmir masjid, perpustakaan, ruang perkuliahan, laboratorium psikologi, tempat wudhu dan aula. Lalu lantai satu digunakan untuk perkantoran, bank, kantin, dan laboratorium, bimbingan konseling, poliklinik, dan beberapa kantor pusat studi.

Kontributor : Aziz Ramadani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS