Kecepatan Angin Berubah, Bombing Water di Gunung Arjuno Terkendala

Turbulensi disebabkan karena angin di ketinggian cukup kencang sehingga membahayakan operasi pengeboman di beberapa titik yang telah diidentifikasi.

Chandra Iswinarno
Selasa, 22 Oktober 2019 | 04:40 WIB
Kecepatan Angin Berubah, Bombing Water di Gunung Arjuno Terkendala
Pengeboman air untuk memadamkan api dilakukan di Gunung Arjuno-Welirang. [Antara]

SuaraJatim.id - Perubahan kecepatan angin yang terjadi di Gunung Arjuno-Gunung Welirang, Jawa Timur membuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengeboman udara (bombing water) terkendala pada Senin (21/10/2019).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengemukakan hal tersebut melalui siaran pers yang diterima pada Senin (21/10/2019) malam.

"Perubahan udara menyebabkan guncangan helikopter jenis MI-8 yang akhirnya kembali ke landasan di Lanud TNI AU Abdul Rahman Saleh Malang, Jatim," ujarnya.

Turbulensi disebabkan karena angin di ketinggian cukup kencang sehingga membahayakan operasi pengeboman di beberapa titik yang telah diidentifikasi, yakni di kawasan Maha Pena, Watu Bagong dan Curah Sriti.

Baca Juga:Tiga Gunung di Kabupaten Banyuwangi Terbakar, 500 Hektare Lahan Hangus

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa timur, angin bertiup dengan kecepatan 25 knot, yang mana normal kecepatan angin untuk penerbangan yang aman berada pada 10 knot.

Karena angin masih cukup kencang maka operasi pengeboman dihentikan dan BPBD akan melanjutkan pada Selasa (22/10/2019) mulai pukul 06.00 WIB.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang ini diinformasikan pertama kali pada Juli 2019, yaitu lokasi titik api diketahui mendekati puncak di ketinggian sekitar 3.200 meter di atas permukaan laut dengan tutupan lahan yang didominasi sabana.

Sedangkan, medan menuju lokasi sulit dijangkau, tidak terdapat sumber air dan kondisi angin cukup kencang. Sementara itu, selain di kawasan ini, BNPB mencatat terjadinya karhutla di kawasan pegunungan di Pulau Jawa.

Data BNPB per Senin (21/10/2019) pukul 16.00 WIB, karhutla teridentifikasi di Gunung Ungaran, Cikuray, dan Ringgit, lalu karhutla yang telah padam yaitu di Gunung Malabar, Merapi dan Andong.

Baca Juga:Ngeri! Api Masih Menyala Separuh Gunung Ranti Terbakar

Data BNPB juga mencatat 328.722 hektare luas lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia dari Januari hingga Agustus 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini