Tarif Selangit Periksa Covid-19 di RSUA Gegerkan Warganet, Unair: Itu Hoaks

Lembaran informasi mengenai paket itu pun dinyatakan sebagai informasi palsu atau hoaks oleh pihak Universitas Airlangga Surabaya.

Chandra Iswinarno
Kamis, 19 Maret 2020 | 14:16 WIB
Tarif Selangit Periksa Covid-19 di RSUA Gegerkan Warganet, Unair: Itu Hoaks
Istimewa.

SuaraJatim.id - Warganet dihebohkan dengan beredarnya foto yang menyantumkan beberapa paket dan tarif pemeriksaan Virus Corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya. Dalam foto yang beredar tersebut, tertera lima paket pemeriksaan Covid-19 pada selembar kertas dengan tarif yang tinggi.

Paket tersebut di antaranya yang pertama paket lengkap, paket A, paket B, paket C dan paket D. Paket pertama yakni paket lengkap yang menyebut tarifnya sebesar Rp2.775.600. Pemeriksaannya meliputi 5 tahapan mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter spesialis, swab PCR Covid-19, DL dan X-Ray.

Paket A dengan tarif sebesar Rp 2.644.800 pemeriksaannya meliputi pendaftaran, konsultasi dokter spesialis, swab PCR Covid-19, dan X-Ray. Paket B dengan tarif sebesar Rp 2.412.000 pemeriksaannya meliputi pendaftaran, konsultasi dokter spesialis, dan swab PCR Covid-19.

Untuk paket C tarifnya sebesar Rp 903.600 yang pemeriksaannya meliputi pendaftaran, konsultasi dokter spesialis, DL, dan X-Ray. Paket terakhir paket D tarifnya paling murah yakni sebesar Rp 540.000 pemeriksaannya hanya meliputi 2 tahapan yakni pendaftaran dan konsultasi dokter saja.

Baca Juga:Ini 5 Tips Cegah Penyebaran Berita Hoaks Virus Corona di WhatsApp

Surat pemberitahuan biaya pemeriksaan COVID-19 RSUA. (Twitter/@FerdinandHaean2).
Surat pemberitahuan biaya pemeriksaan COVID-19 RSUA. (Twitter/@FerdinandHaean2).

Lembaran informasi mengenai paket itu pun dinyatakan sebagai informasi palsu atau hoaks oleh pihak Universitas Airlangga Surabaya.

"Hoaks itu mas," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Suko Widodo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (19/3/2020).

Suko mengatakan informasi palsu tersebut akan dirilis secara resmi oleh pihak rumah sakit. Saat ini pihak rumah sakit sedang menyiapkan untuk konferensi pers.

"Nanti akan dirilis secara resmi oleh pihak rumah sakit, sekarang sedang disiapkan," ujarnya.

Kontributor : Arry Saputra

Baca Juga:Situasi Darurat Corona, PT KCI Meminta Penumpang Tak Sebarkan Video Hoaks

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini