"Tujuannya, supaya tim bisa melakukan mitigasi bencana non-alam wabah COVID-19 ini secara lebih terintegrasi," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Command Center, lanjut dia, secara real time dapat dikontrol dan juga dimonitor perkembangannya selama 24 jam, mulai kasus orang dalam pemantauan (ODP), pesien dalam pengawasan (PDP) maupun yang sudah terkonfirmasi positif virus corona COVID-19.
Sementara itu, di Posko Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan virus corona COVID-19 Jatim yang berlokasi di Grahadi, saat ini bersiaga dua ambulans dan enam pengemudi yang siap digunakan kapan saja.
Menurut Khofifah, penyiagaan ambulans sangat diperlukan karena kerap ada kendala dari rumah sakit yang mengantar atau menjemput pasien virus corona COVID-19 maupun jenazah.
Baca Juga:Update Corona 5 April 2020 di Jogja: 4 Pasien Positif Meninggal, 6 Sembuh
"Jika ada pasien COVID-19 yang meninggal dunia dan membutuhkan jasa layanan ambulans maka bisa menghubungi posko gugus tugas di Grahadi," tutur mantan menteri sosial tersebut. (Antara)