Rapat dengan IDI Surabaya dan Persi Jatim, Wali Kota Risma Naik Pitam

Risma jengkel dan menjelaskan jika pasien yang positif terinfeksi Virus Corona dari Kota Surabaya, tak mendapat tempat perawatan di rumah sakit rujukan yang ada.

Chandra Iswinarno
Senin, 11 Mei 2020 | 15:23 WIB
Rapat dengan IDI Surabaya dan Persi Jatim, Wali Kota Risma Naik Pitam
Wali Kota Risma saat melakukan pertemuan dengan IDI Kota Surabaya dan Persi Jatim. [Suara.com/Dimas Angga P]

SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini naik pitam saat membicarakan kesediaan tempat tidur bagi warga Kota Surabaya, yang terkonfirmasi positif Virus Corona.

Kemarahan Risma ini terlihat saat membahas hal tersebut dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur di Halaman Balaikota Surabaya, Senin (11/5/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Risma jengkel dan menjelaskan jika pasien yang positif terinfeksi Virus Corona dari Kota Surabaya, tak mendapat tempat perawatan di rumah sakit rujukan yang ada.

"Masa di kota sendiri enggak dapat tempat perawatan. Contohnya, di RS Soewandhi, dipenuhi pasien dari luar kota, semuanya dirujuk ke Surabaya. Sementara, pasien asal Surabaya malah tidak dapat tempat," ujarnya di depan pengurus IDI Surabaya dan Persi Jatim.

Baca Juga:Terungkap! 16 Sumber Penularan Virus Corona di Surabaya

Setelah pertemuan tersebut, Risma memberikan keterangan pada awak media, jika pasien dari luar kota yang datang ke Surabaya, bisa mencapai 50 persen dari kapasitas rumah sakit.

"Kalau hitungan saya sampai 50 persen. Datangnya ke UGD. Di Soewandi dan BDH, (langsung) datang ke UGD. Kalau dia OTG dia kemana-mana kan kita juga berat. Jadi kita sampaikan seperti itu," ujarnya.

Risma mengimbau, agar pasien dengan gejala ringan atau ODP dari daerah lain sebisa mungkin tidak dirujuk ke Surabaya. Terlebih lagi, jika ada fasilitas rumah sakit di kota atau kabupaten tempat tinggal pasien.

"Nanti mereka harus ikuti bagaimana protokolnya. Jadi nggak semua orang masuk terus diterima. Padahal protokolnya kan harus diikuti. Kalau sedang-sedang saja kenapa harus dirujuk di rumah sakit Surabaya."

Saat ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan komunikasi dengan salah satu rumah sakit agar bisa digunakan sebagai ruang tempat perawatan pasien.

Baca Juga:PSBB Surabaya Periode Kedua Dimulai 25 Mei, Akan Lebih Galak ke Pelanggar

"Kami sudah mengkomunikasikan dengan rumah sakit Husada Utama, untuk bisa kita gunakan. Ruang hall pertemuannya katanya bisa sampai 500 bed. Bed-nya dari kita nanti kita bantu, kemudian kita bisa gunakan untuk pasien kita," ujarnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak