Habib yang Gelut dengan Satpol PP karena Langgar PSBB Akhirnya Berdamai

Agung Sandy Lesmana
Habib yang Gelut dengan Satpol PP karena Langgar PSBB Akhirnya Berdamai
Habib Umar Assegaf Bangil saat Langgar PSBB Surabaya. (tanggapan layar Suara.com)

Kapolres Pasuruan sudah lakukan langkah komunikasi dan koordinasi, dengan hasil Habib Umar Abdulah Assegaf telah memaafkan secara pribadi kejadian tersebut."

SuaraJatim.id - Polisi melakukan mediasi antara Habib Umar Abdulah Assegaf Bangil dengan petugas Satpol PP yang sempat terlibat keributan seperti rekaman video yang viral di media sosial. Kedua pihak itu yang sempat bertikai itu karena sepakat berdamai.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut ada kesalahpahaman dan sejak kondisi awal, Polantas sudah menengahi kejadian saat mobil berpelat nomor N-1-B milik Habib Umar diminta untuk putar arah karena dianggap melanggar PSBB

“Sejak awal Polisi Lalu Lintas sudah menengahi kedua pihak yang terjadi kesalahpahaman sehingga emosional sampai adu otot tersebut yang diawali keributan adu mulut,” ujarnya seperti dilansir Beritajatim.com, kemarin.

Habih Umar Abdulah Assegaf saat dimediasi dengan petugas Satpol PP terkait pertikaian di jalan raya setelah melanggar aturan PSBB. (istimewa).
Habih Umar Abdulah Assegaf saat dimediasi dengan petugas Satpol PP terkait pertikaian di jalan raya setelah melanggar aturan PSBB. (istimewa).

Pihak Polda Jatim berharap keduanya dapat menahan emosi di bulan Ramadan ini serta pada masa menghadapi pencegahan dan penanggulangan Covid19 ini.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, pun melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Habib Umar Abdulah Assegaf di Bangil Pasuruan.

Kabid Humas membenarkan kegiatan tersebut terkait dengan mediasi yang dilakukan Kapolres Pasuruan.

“Kapolres Pasuruan sudah lakukan langkah komunikasi dan koordinasi, dengan hasil Habib Umar Abdulah Assegaf telah memaafkan secara pribadi kejadian tersebut," kata Trunoyudo.

Mediasi akan dilaksanakan oleh Polda Jatim untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta nyaman dalam bulan Ramadan ini dan masa menghadapi pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

"Jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan kejadian tersebut dan mengganggu kenyamanan ibadah Ramadan serta mengurangi energi pada masa menanggulangi Covid-19," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS