facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Surabaya Jawab Protes Dokter COVID-19 Kasih Makan Telur Rebus

Pebriansyah Ariefana Rabu, 27 Mei 2020 | 15:04 WIB

Pemkot Surabaya Jawab Protes Dokter COVID-19 Kasih Makan Telur Rebus
Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini mengunjungi RS Unair pada Selasa (3/3/2020). [Suara.com/Dimas Angga P]

Kadiskominfo Kota Surabaya M. Fikser mengatakan tengah bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

SuaraJatim.id - Pemerintah Kota Surabaya menjawab protes seorang dokter yang cuma kasih makan telur rebus dan wedang jahe. Jawabannya, mereka belum bisa memberikan jawaban.

Kadiskominfo Kota Surabaya M. Fikser mengatakan tengah bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tapi belum bisa memberikan respon apa-apa.

“Saya masih dengan Ibu (Wali Kota Risma) ini. Nanti ya. Masih pertemuan,” kata Fikser saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Seorang dokter mengaku hanya dikasih makan telur rebus dan wedang jahe saat menangani pasien virus corona. Dokter itu pun membongkar kebobrokan penanganan virus corona di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Wawancara Siti Fadilah, Kemenkumham Masih Korek Pelanggaran Deddy Corbuzier

Hal itu heboh di media sosial sejak Rabu (27/5/2020) pagi. Hal ini disebabkan oleh akun twitter @cakasana. Akun yang mengaku milik seorang dokter bernama Aditya J.

“Disclaimer: saya dokter yang bekerja di salah satu RS rujukan di Surabaya. Informasi beberapa tidak bisa saya sebutkan sumbernya, tp Insya Allah valid,” cuitnya.

Salah satu yang Ia soroti adalah terkait Pemkot Surabaya yang hanya memberikan bantuan wedang pokak dan telur rebus saja kepada tenaga medis.

“Loh kalau gitu, apa yang dilakukan pemkot untuk nakes-nakes ini? Let’s say, close to nothing. Nada,” katanya.

“Eh lupa. Ada sih yang dikasih pemkot… yaitu… Telor rebus sama wedang jahe. Anjir gue di sini ngehadepin pasien covid. Beneran elo cuma kasih gituan?."

Baca Juga: Bosan Ikuti Cara Hidup Nabi Muhammad, Marbot Masjid Ditangkap Polisi

"Dan ga semua suka jahe jadi ya sering2 akhirnya terbuang ga guna,” lanjut akun yang terpantau sering mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya itu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait