alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sholat Menghadap ke Timur, Marhawi dan Jemaah Wirid dengan Tangan Menyilang

Reza Gunadha Kamis, 28 Mei 2020 | 18:11 WIB

Sholat Menghadap ke Timur, Marhawi dan Jemaah Wirid dengan Tangan Menyilang
Ada praktik sholat dan wirid tak lazimĀ  karena menghadap ke arah timur di sebuah mushola di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. [Beritajatim]

Ada kabar sewaktu melakukan gerakan tersebut, saya bisa memanggil malaikat, dan mendapat wahyu langsung dari Allah. Hal itu sama sekali tidak benar alias bohong."

SuaraJatim.id - Ada praktik sholat dan wirid tak lazim  karena menghadap ke arah timur di sebuah mushola di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, cara sholat dan wirid itu terjadi di Mushola Desa Batu Sendi, Kecamatan Sangkapura. Di dalam mushola itu, ada puluhan orang lengkap mengenakan busana muslim, sarung dan peci.

Mereka sedang melakukan sholat dan wirid dengan dipimpin oleh Marhawi (46) yang menjadi ketua kelompoknya.

Selain sholat menghadap ke timur. Gerakan wirid yang dilakukan kelompok itu aneh. Pasalnya, mereka melakukan gerakan tangan dengan posisi menyilang yang tidak lazim yang biasanya dilakukan orang saat wirid.

Baca Juga: Fakta Kerajaan Agung Sejagat, Bantah Aliran Sesat hingga Ritual Aneh

Terkait adanya aliran peribadah tak lazim itu,  Kepala Desa Lebak Fadal bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura langsung mendatangi kediaman Marhawi. Kebetulan, Marhawi adalah warganya.

Dari pertemuan tersebut, Marhawi mengakui adanya ajaran menyimpang. Salah satu contohnya, datangnya wahyu yang langsung kepada Marhawi.

“Semalam kami sudah mendatangi ke kediaman Marhawi dan langsung membuat surat pernyataan,” ucap Fadal saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (28/05/2020).

Dalam surat pernyataan tersebut, Marhawi selain mengakui ajarannya menyimpang juga akan kembali kepada ajaran islam dan membubarkan kelompok pengikutnya.

Sebelumnya, Marhawi ini adalah seorang nelayan dan dikenal sebagai dukun atau supranatural di desanya.

Baca Juga: Kemenag Endus Dugaan Penyebaran Aliran Sesat di Banjarmasin

Marhawi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah membuat surat pernyataan itu. Warga Desa Lebak ini mengaku memiliki kelompok sebanyak 30 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait