Takut Warga Surabaya Kelaparan, Alasan Risma Mau PSBB Tak Diperpanjang

Tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Surabaya terus merangkak naik dari hari ke hari.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 08 Juni 2020 | 08:57 WIB
Takut Warga Surabaya Kelaparan, Alasan Risma Mau PSBB Tak Diperpanjang
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima bantuan ribuan alkes di Balai Kota Surabaya, Minggu (17/6/2020). (Antara)

SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini takut warganya tak bisa mencari makan dan bekerja jika Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Surabaya Raya diperpanjang lagi. Dia ingin PSBB tidak diperpanjang

Usulan itu disampaikan dalam rapat yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, bersama Gubernur Jawa Timur, Minggu (7/6/2020) malam kemarin

Tri Rismaharini mengusulkannya karena sangat berdampak pada permasalahan ekonomi warga. Selain itu, tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Surabaya terus merangkak naik dari hari ke hari.

“Mudah-mudahan usulan saya diterima. Kita tidak lakukan itu (perpanjangan PSBB), tapi protokol kesehatannya harus diperketat. Karena ini menyangkut masalah ekonomi warga juga. Jangan sampai kemudian dia tidak bekerja dan tidak bisa mencari makan,” kata Risma.

Baca Juga:Surabaya Raya Usul PSBB Wabah Corona Dihentikan

Risma mengaku yang paling dikhawatirkan adalah para pegawai hotel, restoran, mal, dan berbagai pegawai lainnya yang terdampak PSBB.

Apabila kondisinya terus seperti ini, bukan tidak mungkin para pegawai tersebut diberhentikan.

“Khan tidak mungkin membayar orang tapi nganggur. Sedangkan hotel, restoran, mal, dan toko-toko itu tidak ada income (pendapatan),” ia mengungkapkan.

Makanya, meskipun nanti PSBB itu dilonggarkan, tapi protokol kesehatannya harus terus diperketat termasuk di hotel, restoran, mal, warung, dan berbagai bidang lainnya.

“Bahkan, nanti kita juga atur pembayarannya. Cara menggunakan uang dan cara menerima uangnya itu,” ia menjelaskan.

Baca Juga:Gugus Tugas Jatim Sebut Ada Hasil Tes Swab Error Dari Dua PDP di Surabaya

Risma juga mengaku masih terus mengupayakan untuk menggelar rapid test massal khusus bagi pegawai mal dan SPG-nya, pegawai minimarket, supermarket, dan pegawai toko-toko yang ada di Surabaya.

Sehingga, apabila nanti kembali ke kondisi normal atau new normal seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, maka warga yang akan membeli tidak khawatir lagi dan yakin pegawai mal dan toko sehat semuanya.

“Mudah-mudahan nanti kami punya alat rapid test-nya. Nanti kita akan prioritaskan mereka ini. Kita tahu positioning-nya sehingga para pengunjung akan merasa aman, termasuk (petugas) cleaning service, satpam, dan pegawai lainnya. Akhirnya tidak ada kekhawatiran di antara mereka dan perekonomian tetap jalan,” ia memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak