- Tahanan kasus narkotika berinisial AT kabur dari Rutan Kelas IIB Bangil dengan memanjat dinding beton pada 23 Juni 2026.
- Petugas gabungan berhasil menangkap kembali buronan tersebut di kediamannya di wilayah Kecamatan Tutur, Pasuruan, pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Pihak rutan memperketat pengamanan dan melakukan investigasi terhadap petugas jaga terkait dugaan kelalaian dalam insiden pelarian tahanan tersebut.
SuaraJatim.id - Petualangan AT di dunia luar resmi berakhir. Setelah dua pekan menghirup udara bebas hasil dari aksi nekatnya memanjat dinding beton, tahanan titipan kasus narkotika ini akhirnya harus merunduk saat petugas gabungan mengepung persembunyiannya.
Drama pengejaran yang menguras energi otoritas penegak hukum di Pasuruan ini mencapai puncaknya pada Rabu (8/7/2026).
Tim pemburu yang terdiri dari petugas Rutan Kelas IIB Bangil dan Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil melacak jejak AT yang ternyata bersembunyi di kampung halamannya sendiri.
Pelarian AT bermula pada 23 Juni 2026 silam. Dengan nyali yang tak biasa, ia memanfaatkan celah pengawasan di sisi selatan komplek Rutan Bangil.
Baca Juga:Kursi Terdakwa Kosong: Pelarian Tahanan Bikin Sidang Narkoba di Bangil Terancam Kandas
Ia memanjat dinding beton pembatas yang menjulang tinggi, lalu menghilang begitu saja di tengah pemukiman padat penduduk yang bersinggungan dengan penjara.
Namun, dunia rupanya terlalu sempit bagi buronan. Intelijen petugas mulai mencium pergerakan AT setelah pengintaian mendalam selama berhari-hari di wilayah Kecamatan Tutur. Informasi akurat dari masyarakat mengenai kepulangan tersangka ke rumahnya menjadi kartu mati bagi AT.
"Yang bersangkutan berhasil diamankan di sekitar rumahnya dengan bantuan dari pihak kepolisian. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian ini," ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Bangil, Yanuar Rinaldi, Jumat (10/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Saat ditangkap, AT tak berkutik. Operasi taktis yang digelar petugas memastikan tidak ada ruang bagi tersangka untuk melakukan perlawanan atau merancang pelarian lanjutan ke luar daerah. Kini, ia telah digelandang kembali ke balik jeruji besi dengan pengawalan ekstra ketat.
Bagi pihak Rutan, kaburnya AT adalah tamparan sekaligus pelajaran berharga. Yanuar menegaskan bahwa insiden ini memicu evaluasi total terhadap sistem keamanan di blok hunian.
Baca Juga:Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
Penjagaan kini diperketat berlapis untuk memastikan tidak ada lagi AT AT lain yang mencoba peruntungan memanjat dinding.
"Kaburnya AT benar-benar menjadi pelajaran penting bagi instansi kami. Saya mengingatkan tim agar tak lengah dalam segala situasi, terutama mereka yang memegang tanggung jawab strategis," tegas Yanuar.
Selain memperketat penjagaan, otoritas internal rutan kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap petugas jaga yang berdinas pada hari pelarian tersangka. Investigasi dilakukan untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian yang memberi celah bagi AT untuk meloloskan diri.