Wali Kota Malang Ogah Sebut Angka Kematian Corona Tinggi di Wilayahnya

Wali Kota Malang Sutiaji mengklaim laporan pasien meninggal tersebut didominasi bukan warga yang berasal di wilayahnya.

Chandra Iswinarno
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:45 WIB
Wali Kota Malang Ogah Sebut Angka Kematian Corona Tinggi di Wilayahnya
Wali Kota Malang Sutiaji saat klarifikasi tentang kabar lock down di Balai Kota Malang, Senin (16/3/2020). [Suara.com/Aziz Ramadani]

SuaraJatim.id - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang kini terbilang tinggi dengan membukukan 742 orang dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, sejumlah 59 orang di antaranya, dinyatakan meninggal dunia.

Meski demikian, Wali Kota Malang Sutiaji mengklaim laporan pasien meninggal tersebut didominasi bukan warga yang berasal di wilayahnya.

"Itu banyak yang bukan Warga Malang, tapi kejadiannya di Malang dan sudah di-declare menjadi kematian di Malang," ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Hal itu, lanjut dia, bukan tanpa dasar yang jelas. Sebab, Kota Malang memiliki beberapa rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Ia mencontohkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar yang juga menjadi rujukan di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:Mengintip Koleksi APD Karakter Dokter Gigi yang Viral di Malang

"Dan ini rata-rata yang banyak kematian di rumah sakit rujukan dan di rumah sakit rujukan ini bukan rujukan Malang Raya saja, tapi ada pasien-pasien dari luar juga yang memang kadang itu sudah di-declare di Malang," jelasnya.

Fenomena lainnya, lanjut dia, ada warga luar kota yang berkunjung ke Kota Malang selama sepekan. Kemudian, warga tersebut terjangkit Covid-19 dan tercatat sebagai pasien di wilayahnya.

"KTP di luar Kota Malang tapi kasus masuk Malang, itu banyak kita temukan. Lebih dari 20 persen yang bukan dari Malang," katanya.

Fakta tersebut diperkuat dengan data yang merujuk pada Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Kota Malang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Angka kematian dari Prolanis tersebut terhitung kecil.

"Angka kematiannya agak tinggi di komorbid, tapi lucunya ini tidak termasuk anggota prolanis. Prolanis kita ini kan jumlahnya 19 ribu yang punya komorbid dan terdaftar di BPJS, tapi yang meninggal bukan di situ. Justru yang meninggal dari jumlah 19 ribu tadi dari data yang kami peroleh dari puskesmas, maupun klinik tidak lebih dari angka 10 yang ikut dari Prolanis itu," urainya.

Baca Juga:Pasien Sembuh Covid-19 di Malang Disambut Pakai Hadrah

Kontributor : Aziz Ramadani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak