Karier Medis
Faida mengawali karier di bidang medis saat bekerja sebagai staf pelayanan medis di rumah sakit Al-Huda, Banyuwangi. Setelah bergabung di rumah sakit milik ayahnya tersebut, Faida mengalami peningkatan karier yang sangat cemerlang.
Ia kemudian naik jabatan menjadi Wakil Kepala Bidang Pelayanan Medis, Kepala Bidang Farmasi, dan Kepala Puskesmas Tulungrejo. Setelah itu, Faida kembali ke RS Al-Huda sebagai Direktur Medis hingga naik jabatan menjadi Chief Executive Officer (CEO).
Faida juga merupakan direktur utama di RS Bina Sehat, Jember dan Kepala Bina Sehat Training Center.
Baca Juga:Heboh Pengakuan Bupati Faida: Butuh Bermiliar-miliar Dapatkan Rekom Partai
Karier Politik
Di tahun 2016, Faida bersama pasangannya, Abdul Muqit Arief, mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Jember. Pasangan ini diusung tiga partai besar, yakni PDI-P, Nasdem, dan PAN.
Faida dan Abdul Muqit berhasil memenangkan Pilkada tersebut meskipun sempat diwarnai aksi walk-out oleh saksi pasangan lawan. Faida kemudian dilantik bersama 17 kepala daerah Jawa Timur lainnya. Pelantikan ini juga turut meresmikan Faida sebagai bupati wanita pertama dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Jember.
Kontroversi Bupati Faida
Pada Juli 2020 lalu, Bupati Faida dimakzulkan oleh DPRD Jember. Bahkan, 3 partai pengusungnya juga turut memakzulkan Faida.
Baca Juga:Jika Pilkada Jember Digelar Agustus, Bupati Faida Berpotensi Terpilih Lagi
Mengutip Jatimnet.com, Faida menyebut pemakzulan tersebut terjadi karena dirinya memilih maju dari jalur independen pada Pilkada 2021. Sedangkan, dari pihak DPRD, alasan pemakzulan tersebut karena Faida dinilai telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.