Justru ini unik karena biasanya di Bumi Ki Ronggo ini ditemukan cagar budaya megalitik.
"Walaupun megalitik di Bondowoso sendiri berlangsung hingga abad ke 14," jelasnya.
Menurutnya, temuan ini mengindikasikan sebuah pemukiman yang cukup besar. Dengan 11 lapis kelihatannya memang struktur dinding atau tembok.
"Karena tekniknya gosok, tanpa spasi antara bata satu dengan yang lain. Mungkin semacam dinding pagar, atau dinding rumah. Entah itu apa," jelasnya.
Baca Juga:Struktur Bata Kuno Era Pra Majapahit Ditemukan di Nganjuk
Dia juga menduga ini pemukiman kuno di sekitar Gunung Raung yang ada sekitar di Bondowoso, Jember dan Banyuwangi. Pun ia menemukan orientasi struktur batanya, mengarah ke Gunung Raung.
Pihaknya juga akan melihat lagi literatur yang ada, mengenai kemungkinan adanya pemukiman kuno di sekitar pegunungan Raung, yang pernah dikunjungi Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang berkuasa dari Tahun 1350-1389.
"Kita akan pelajari lagi literasinya agar dalam menafsirkan lebih jelas. Tapi dalam ciri-ciri fisik ini jelas dari Majapahit," tegasnya.
Bersama dengan bata kuno itu, ia juga mendapati lapisan pasir dengan warna agak hitam dan ketebalannya 15 centimeter.
Di atasnya lagi kata dia, ditemukan pasir tapi lebih kasar, agak bongkah dengan ketebalan 41 cm, berada di kedalaman 4,4 meter. Sebelum itu merupakan lapisan tanah lempung.
Baca Juga:1 Suro, Pelaku Budaya di Kendal Jamas Keris Majapahit Berusia 700 Tahun
"Struktur bata pernah teruruk oleh lapisan vulkanis, teruruk lagi dengan lapisan lempung dengan kedalaman 4,4 meter. Jadi memang ada proses bencana alam di lokasi ini. Sehingga struktur ini kemudian terpendam," paparnya.