Wow! 700 Bakteri Nempel di Setir Mobil, Lebih Kotor Ketimbang Toilet Umum

Kesimpulan penelitian bahwa setir mobil ternyata sembilan kali lebih kotor dibandingkan tempat peturasan di toilet umum.

Muhammad Taufiq
Kamis, 24 September 2020 | 10:44 WIB
Wow! 700 Bakteri Nempel di Setir Mobil, Lebih Kotor Ketimbang Toilet Umum
Bersihkan mobil bagian dashboard. Gunakan lap lembut seperti mikrofiber [Shutterstock].

SuaraJatim.id - Hasil penelitian ini tentu sangat mencengangkan. Enggak banyak yang menyangka, ternyata setir mobil yang jarang dibersihkan itu lebih kotor ketimbang peturasan toilet umum.

Ini berdasa hasil penelitian sekelompok pakar dari Queen Mary University di London, Britania Raya. Mereka melakukan pengujian seputar kabin mobil.

Hasilnya di luar dugaan, karena diperoleh kesimpulan bahwa setir mobil ternyata sembilan kali lebih kotor dibandingkan tempat peturasan di toilet umum.

Dalam pengujian ditemukan bahwa ada 700 bakteri hidup di setiap inci setir mobil, sedangkan di setiap peturasan hanya 80 bakteri.

Baca Juga:Seberapa Amankah Pengharum Ruangan di Kabin Mobil?

Menurut Direktur ilmu biomedis Queen Mary University, Ron Cutler, bakteri bernama bacillus cereus bisa menjadi penyebab keracunan makanan bila terpapar ke manusia.

"Banyak orang lalai membersihkan mobil, sehingga serasa tengah berada di tempat sampah," kata Ron Cutler, seperti dikutip dari Autoevolution.

Dijelaskan bahwa penyebab utama dari banyaknya bakteri di lingkar kemudia mobil ini muncul dari kebiasaan pemilik yang menyantap hidangan dalam mobil. Dan hanya 42 persen pemilik kendaraan roda empat membersihkan area kabin.

Di Inggris sendiri, belum termasuk bagian dari Britania Raya seluruhnya, sekitar 10 persen pengemudi mobil menyatakan memang tidak pernah membersihkan bagian dalam kendaraan mereka.

Selain setir mobil, bagian terjorok lainnya adalah bagasi. Jumlahnya mencapai 1.000 bakteri setiap setengah inci lapisan di bagian itu.

Baca Juga:Waspadai, Ini Gejala Keracunan Gas CO di Kabin Mobil

Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan masalah kesehatan, namun tetap saja ada spesies bakteri yang berpotensi berbahaya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini