-
Puting beliung rusak empat rumah warga di Kecamatan Ponggok Blitar.
-
Pohon tumbang sebabkan kerusakan dan gangguan listrik di dua desa.
-
Tidak ada korban jiwa, evakuasi dan perbaikan masih berlangsung.
SuaraJatim.id - Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), Jumat (30/1/2026) sore.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon besar, sekaligus memicu gangguan aliran listrik di sejumlah titik.
Berdasarkan informasi di lapangan, bencana puting beliung mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Angin berkecepatan tinggi datang bersamaan dengan hujan lebat, membuat sejumlah pohon besar tak mampu menahan terpaan. Akibatnya, batang pohon tumbang dan menimpa rumah warga di dua desa berbeda.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, membenarkan kejadian Puting Beliung Ponggok Blitar tersebut. Ia menyebut, aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Ada beberapa rumah yang rusak saat ini anggota bersama BPBD tengah di lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi,” ungkap AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (31/1/2026).
Kerusakan bangunan dilaporkan terkonsentrasi di Desa Ponggok dan Desa Ringinanyar. Di Dusun Sumbernanas, Desa Ponggok, tercatat tiga unit rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang akibat tertimpa batang dan dahan pohon. Sementara itu, satu unit rumah di Desa Ringinanyar mengalami kerusakan cukup berat setelah tertimpa pohon randu berukuran besar.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah di Desa Ringinanyar dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum pohon randu itu roboh menghantam bangunan. Kondisi ini membuat evakuasi dapat difokuskan pada pembersihan material dan pengamanan lokasi.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ponggok, BPBD Kabupaten Blitar, relawan kebencanaan, hingga petugas PLN Persero Blitar dikerahkan secara masif. Mereka bekerja membersihkan batang pohon yang menutup akses jalan sekaligus memperbaiki jaringan listrik yang terputus akibat cuaca ekstrem.
Meski hujan rintik-rintik masih turun hingga Jumat malam, proses evakuasi dan pembersihan terus dikebut. Petugas memprioritaskan pemulihan akses jalan dan aliran listrik agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya.
“Secara umum, alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Fokus utama saat ini adalah mengevakuasi material pohon dan memperbaiki jaringan listrik PLN yang sempat terganggu di lokasi terdampak,” imbuh AKBP Kalfaris.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Puting Beliung Ponggok Blitar dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Blitar.
Warga disarankan memangkas dahan pohon besar di sekitar rumah sebagai langkah antisipasi. Hingga kini, pendataan kerugian materiil masih dilakukan, sementara PLN terus memulihkan sisa aliran listrik yang belum normal.