Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Faktor Ekonomi, Pria Surabaya Gantung Diri Pakai Selendang Pink

Muhammad Taufiq Jum'at, 25 September 2020 | 18:16 WIB

Diduga Faktor Ekonomi, Pria Surabaya Gantung Diri Pakai Selendang Pink
Polisi bersama warga melakukan evakuasi jasad Agus yang tewas gantung diri (Foto: Dimas Angga)

Pria 41 tahun itu ditemukan tewas gantung diri menggunakan selendang batik warna pink pukul 10.15 WIB.

SuaraJatim.id - Seorang pria bernama Agus, warga Gubeng Jaya 2-KA/2-A, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng, Surabaya, ditemukan tewas gantung diri di lorong belakang rumahnya, Jumat (25/09/2020).

Pria 41 tahun itu ditemukan gantung diri menggunakan selendang batik warna pink pukul 10.15 WIB. Diduga Agus mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi atau bisa juga sebab sakit.

Kapolsek Gubeng Kompol Palma F Pahlevi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan jika korban sudah dievakuasi ke RSU dr soetomo untuk keperluan visum.

"Iya benar, kejadiannya tadi. Dugaannya korban meninggal dunia karena bunuh diri," kata Palma pada SuaraJatim.id di hari yang sama.

Saat ini, Kepolisian masih menyelidiki motif korban melakukan bunuh diri. Namun saat dievakuasi, petugas menemukan obat-obatan. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya karena sakit lantas bunuh diri.

"Untuk motifnya kita belum tahu, karena hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Tapi dugaan sementara karena ekonomi, karena korban pekerja serabutan. Bisa juga karena sakit, karena kita temukan obat-obatan," jelas Palma.

Korban sendiri tinggal bersama keluarganya. Ia tinggal dengan istri, dan empat anak di rumah tersebut. "Korban punya anak empat, dan istrinya juga tinggal di situ," katanya.

Salah satu anaknya, yang saat itu akan mandi, melihat korban tewas tergantung. Melihat hal itu, saksi mata memberi tau ibunya yang juga istri korban, yang pada saat itu masih di pasar.

Kepolisian membawa beberapa barang bukti, antara lain selendang batik pink dan beberapa obat-obatan yang berada dekat dengan korban.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait