alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jadi Begini Pengakuan Pemilik Mobil Branding Paslon Penuh Uang di Mojokerto

Muhammad Taufiq Selasa, 06 Oktober 2020 | 10:27 WIB

Jadi Begini Pengakuan Pemilik Mobil Branding Paslon Penuh Uang di Mojokerto
Najib Al Falaq pemilik mobil saat datang ke kantor Bawaslu Kabupaten Mojokerto (Foto: Beritajatim)

"Saat itu tidak ada motivasi lain, hanya iseng-iseng. Karena saya euforia, saya merasa bahagia karena uang saya terbayar dari hasil kerja," kata Najib.

SuaraJatim.id - Najib Al Falaq merupakan pemilik mobil Daihatsu Xenia penuh uang yang videonya beredar di grup-grup berbagi pesan. Mobil dengan nomor polisi S 1012 SC warna putih dengan branding gambar pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 ini jadi polemik akhir-akhir ini.

Video mobil Najib berisi uang ini juga segera dikait-kaitkan dengan Pilkada Kabupaten Mojokerto. Buntutnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat segera menerima laporan dan merespons dengan memanggil si pemilik mobil yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat setempat tersebut.

Najib dipanggil ke kantor Bawaslu, Jalan Raya Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Di sana Ia dicecar 52 pertanyaan selama 1,5 jam. Najib mengaku iseng karena senang mendapatkan uang hasil kerjanya untuk melunasi pembayaran rumah.

"Saat itu tidak ada motivasi lain, hanya iseng-iseng. Karena saya euforia, saya merasa bahagia karena uang saya terbayar dari hasil kerja. Uang hasil pekerjaan dan uang itu akan saya gunakan untuk pelunasan pembelian rumah Rp60 juta, tidak ada kaitannya sama sekali (Ikbar)," ungkapnya, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (5/10/2020).

Masih kata Najib, yang membuat video adalah temannya dan memang uang sebesar Rp 60 juta tersebut dibuat tercecer. Hasil video tersebut kemudian dibagikan ke grup whatsapp (WA) keluarganya, Kamis (1/10/2020).

Meski mengaku tak berniat memviralkan video tersebut, namun video itu juga dikirim ke grup Tim Pemenangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar).

Menurutnya, video tersebut tidak ada manfaatnya karena uang itu merupakan miliknya pribadi dan untuk kepentingan pribadi. Namun ia mengaku kaget karena video tersebut ternyata dikirim ke luar grup sehingga viral.

Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim yang merupakan ayah Muhammad Al Barra memanggilnya.

"Mobil itu saya coret-coret sendiri supaya teman-teman tim pemenangan semangat. Supaya tampil beda dengan lainnya. Tidak menyangka sama sekali, Jumat malam video ini viral. Entah siapa yang memviralkan. Video saya bikin di Desa Brayu Wetan, Kecamatan Dawarblandong. Iya (dipanggil Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim ayah Muhammad Al Barra), dimarah-marahi," urainya.

Menurutnya, ia sudah punya inisiatif untuk menarik video tersebut dari grup WA Tim Pemenangan. Namun ia mengaku tidak tahu jika video tersebut keluar dari grup WA Tim Pemenangan hingga akhirnya viral.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait