alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Abis 'Main Gituan' di Hotel, Pria Sidoarjo Megap-Megap Kelelahan Trus Tewas

Muhammad Taufiq Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:53 WIB

Abis 'Main Gituan' di Hotel, Pria Sidoarjo Megap-Megap Kelelahan Trus Tewas
Jenazah S saat masih terlentang di dalam kamar hotel (Foto: Suarajtimpost)

"Korban telah dilakukan visum di RSUD Prof. Dr. Soekandar, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban."

SuaraJatim.id - Sri panik melihat pria berinisial S,  mendadak megap-megap kemudian meninggal setelah berhubungan badan dengannya di sebuah hotel di kawasan Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Pungging AKP Suwiji membenarkan peristiwa tersebut. Seorang laki - laki pada kamar nomor 15 hotel di Jalan Raya Trawas Dusun Wonokerto, itu tewas di dalam kamar.

Polisi menerima laporan pada Rabu petang 14 Oktober 2020 kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB. Diketahui kalau S merupakan warga Sidoarjo, Jawa Timur.

"Berdasarkan keterangan Saksi, Sri Rahayu (28) yamg pada saat itu bersama korban di dalam kamar. Saksi dan korban sudah janjian untuk bertemu di Hotel WK, yang mana pada saat itu korban sudah sampai terlebih dahulu. Selanjutnya saksi tiba di kamar sekitar pukul 16.30 WIB," ujar AKP Suwiji saat dikonfirmasi Kamis pagi (15/10/2020).

Baca Juga: Nakal! Sebut Tetangga Jaringan ISIS di Medsos, Pria Mojokerto Ini Ditangkap

Seperti dikutip dari suarajtimpost.com, jejaring suara.com, Suwiji menjelaskan setelah bertemu Sri dan S kemudian berhubungan badan. Namun usai berhubungan badan, S mengaku napasnya sesak dan tersengal - sengal. Tak berselang lama Ia meninggal.

"Melihat kondisi korban selanjutnya Sri meminta tolong kepada pegawai hotel. Selanjutnya Ia bersama pegawai hotel masuk ke dalam kamar hotel untuk melihat kondisi korban yang mana pada saat itu napas korban masih dalam keadaan tersengal - sengal, tidak lama kemudian terhenti," ujarnya.

Polisi yang menerima laporan akhirnya mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP Suwiji memastikan korban meninggal tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan di tubuhnya.

"Korban telah dilakukan visum di RSUD Prof. Dr. Soekandar, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Mojokerto Demo UU Cipta Kerja Lagi, Teriaki Bupati Agar Keluar..

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait