Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! Robot Pemadam Karya Tim CDAST UNEJ Ini Melaju ke Final KRI 2020

Muhammad Taufiq Jum'at, 16 Oktober 2020 | 11:21 WIB

Wow! Robot Pemadam Karya Tim CDAST UNEJ Ini Melaju ke Final KRI 2020
Tim Robot dari Universitas Negeri Jember saat memperagakan karya robot pemadamnya (Foto: Suarajatimpost)

Hasil ini membuat tim robot CDAST berhasil tampil di final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 yang akan dihelat bulan November nanti.

SuaraJatim.id - Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 wilayah II, tim robot pemadam api dari Universitas Jember (UNEJ) berhasil meraih juara dua. Ini prestasi menggakan bagi UNEJ.

Selain menyabet juara dua, tim beranggotakan tiga orang ini juga memperoleh predikat The Best Design untuk Wilayah II yang meliputi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah hingga Papua.

Hasil ini membuat tim robot CDAST berhasil tampil di final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 yang akan dihelat bulan November nanti.

Ketua Tim Robot CDAST FT Nabil Bachroin menyatakan rasa bangganya bisa menjadi juara dua, meski timnya tak dijagokan dalam kompetisi robot ini.

"Kami bisa mengalahkan tim yang sudah langganan jadi juara, bahkan pernah juara di tingkat internasional seperti tim robot Universitas Muhammadiyah Malang. Alhamdulillah kami berada di peringkat kedua sementara mereka yang dijagokan malah ada di peringkat 19," ungkap Nabil melalui rilis yang diterima suarajatimpost.com, media jejaring suara.com, pada Jumat (16/10/2020).

Nabil mengakui, faktor Covid-19 secara tidak langsung menjadi salah satu faktor keberhasilan timnya melaju hingga final. Pasalnya, jika semula robot yang dibikin bertugas memadamkan api, kini tugasnya ditambah dengan menyemprotkan disinfektan.

Model rintangan yang diujikan pun makin beragam dan berbeda jauh dengan rintangan tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 merebak.

"Akibatnya semua tim mau tidak mau membuat dan memprogramkan ulang robotnya, bahkan menyusun dari nol lagi. Banyak tim yang terlanjur menggunakan basis robot tahun lalu gagal di ajang tahun ini. Jadi ternyata Covid-19 memaksa kami untuk lebih kreatif lagi," kata Nabil sambil tertawa.

Terkait persiapan di final Nabil, menyebut tengah menyempurnakan robot CDAST, terutama di bagian kaki – kaki robot. Sebab satu kaki perlu tiga motor serta penyempurnaan di sistem navigasi yang akan menuntun robot untuk menemukan sasaran.

Ada dua dosen yang turun langsung membimbing mereka, yakni Khoirul Anam, PhD., dan Wahyu Muldayani, ST., MT.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait