Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hilang 8 Hari, nenek Djaminah Ditemukan Tewas di Hutan Nganjuk

Yovanda Noni Sabtu, 17 Oktober 2020 | 18:15 WIB

Hilang 8 Hari, nenek Djaminah Ditemukan Tewas di Hutan Nganjuk
Polisi mengevakuasi mayat Nenek Djaminah yang ditemukan tewas membusuk di tengah Hutan Kalitempur Nganjuk, Jumat (16/10/2020). Foto: Polsek Rejoso/Suara.com.

Nenek Djamina ditemukan persis di tengah hutan yang masuk Desa Wengkal, Rejoso, pada Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

SuaraJatim.id - Nenek Djaminah (90), yang hilang pada 8 Oktober lalu ditemukan dalam kondisi tewas membusuk di Hutan Kalitempur Nganjuk.

Nenek Djamina ditemukan persis di tengah hutan yang masuk Desa Wengkal, Rejoso, pada Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, mayat Nenek Djaminah sudah mengalami pembusukan di dada dan perut.

Nenek Djaminah yang merupakan warga RT 003, RW 005, Dusun Ngrapah, Desa Musir Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, itu ditemukan oleh petani setempat.

Kapolsek Rejoso, AKP Burhanudin menjelaskan, mayat Nenek Djaminah pertama kali ditemukan oleh Panijo (60), petani asal Desa/Kecamatan Ngluyu, Nganjuk. Saat mengembala sapi, tetiba di tengah hutan ia melihat mayat.

“Ketika Panijo hendak berteduh di bawah Pohon Ploso, ia melihat ada mayat yang sudah membusuk. Kemudian ia bergegas memberitahu Samijan yang sedang mengobati rumput di ladang,” jelas Burhanudin, Sabtu (17/10/2020).

Setelahnya, Panijo dan Samijan (55) mengecek lokasi temuan mayat. Mereka berdua lantas teringat bahwa ada warga Dusun Ngrapah yang kehilangan anggota keluarga. Samijan lantas menghubungi Mulyono (48), kerabat korban.

Seusai dicek oleh Mulyono, mayat yang ditemukan Panijo ternyata benar adalah Nenek Djaminah yang hilang sekitar delapan hari lalu. Kasus Nenek Djaminah yang ditemukan dalam kondisi tewas ini lalu dilaporkan ke polisi.

“Lalu setelah dilakukan musyawarah, selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan visum luar serta pemulasaraan jenazah,” tutur Burhanudin.

Sementara berdasarkan pemeriksaan petugas medis Puskesmas Rejoso bersama tim identifikasi Polres Nganjuk, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Jadi korban hilang itu bukan karena tersesat (di hutan), tapi karena korban hilang ingatan atau pikun, ini berdasarkan keterangan dari keluarga korban,” pungkas Burhanudi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait