alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cabuli Anak Tetangga di Kandang Ayam, Begini Nasib Sugianto Sekarang

Muhammad Taufiq Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:57 WIB

Cabuli Anak Tetangga di Kandang Ayam, Begini Nasib Sugianto Sekarang
Kandang ayam lokasi pencabulan yang dilakukan Sugianto (Foto: Amin Alamsyah)

Lelaki 51 tahun itu diganjar 7 tahun penjara karena menghamili anak di bawah umur.

SuaraJatim.id - Masih ingat kasus Sugianto Warga Gresik yang mencabuli anak gadis hingga tujuh kali di kandang ayam? Saat ini pelakunya sudah diputus oleh hakim.

Pelaku dinyatakan bersalah karena memaksa berhubungan badan dengan gadis yang masih tetangganya itu. Bahkan kabar terakhir, sang gadis sudah melahirkan anak dari hubungan paksa.

Perlu diingat kasus Sugianto sempat menyita perhatian publik. Pasalnya pelaku sempat mendapat bantuan dari anggota DPRD Gresik. Anggota legislatif itu diduga sampai menawari sejumlah uang kepada korban agar mencabut pelaporan.

Namun belakangan diketahui, Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik memutus yang bersangkutan tidak menyalahi kode etik.

Nah, saat ini, Sugianto warga Kecamatan Benjeng, harus mendekam di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama. Lelaki 51 tahun itu diganjar 7 tahun penjara karena menghamili anak di bawah umur.

Vonis tersebut dijatuhkan kepada terdakwa dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, pada hari Senin (26/10/2020) kemarin. Kendati demikian putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap (Inkrah).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Hakim Rina Indrajanti, memutus terdakwa dengan pasal 81 ayat 2 UU RI 17/2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 1/2016 tahun 2002, tentang perlindungan anak, juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. Yaitu dengan hukuman kurungan selama tujuh tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp 10 juta.

"Kami putus bersalah karena, terdakwa terbukti telah menodai kesucian gadis hingga hamil," kata hakim Rina saat di dalam majlis sidang.

Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Nurul Istiana masih akan mengkaji lagi. Sebab, putusan hakim tersebut dianggap lebih ringan dari yang dituntut pihaknya. Ia menuntut terdakwa dihukum 9 tahun penjara dan denda Rp 10 juta dan subsider 3 bulan.

"Makanya kami memilih pikir-pikir. Hasil sidang akan kami sampaikan ke pimpinan," ungkap Nurul dihubungi melalui selulernya, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait