Geger Awan Mirip UFO di atas Gunung Arjuno, BMKG Juanda Bilang Ini

Awan tersebut terlihat jelas di atas gunung berketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut dari kawasan Malang Raya.

Chandra Iswinarno
Kamis, 05 November 2020 | 13:46 WIB
Geger Awan Mirip UFO di atas Gunung Arjuno, BMKG Juanda Bilang Ini
Fenomena awan lentikularis. [Foto Netizen Abdillah Adam]

SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu, warga yang berada di kawasan Gunung Arjuno digegerkan dengan fenomena awan lentikularis yang menyerupai UFO.

Awan tersebut terlihat jelas di atas gunung berketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut dari kawasan Malang Raya.

Meski tidak membahayakan masyarakat, namun cukup mengkhawatirkan bagi dunia penerbangan.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Juanda mengemukakan, fenomena alam awan lentikularis itu tumbuh di sekitaran gunung atau dataran tinggi.

Baca Juga:Rumahnya Diterjang Awan Panas, Bagong Selamat Berkat Lemari Tua

"Fenomena awan ini secara meteorologi, tidak mengindikasikan fenomena lain seperti akan datangnya gempa atau bencana besar lainnya. Awan tersebut hanya mengindikasikan adanya turbulensi di lapisan atas (bukan di permukaan bumi),” papar Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Kamis (5/11/2020).

Bagi dunia penerbangan, kata Teguh, cukup berbahaya karena pesawat akan mengalami turbulensi atau guncangan. Terutama, bagi penerbangan rendah.

“Karena pesawat akan mengalami turbulensi atau guncangan. Awan-awan ini mengindikasikan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang cukup kuat, sehingga berbahaya bagi penerbangan rendah seperti helikopter di sekitar awan,” katanya.

Secara ilmiah, ia menjelaskan, jika awan lentikularis terjadi akibat adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas (di atas permukaan) yang cukup kuat dari suatu sisi gunung.

Kemudian angin itu membentur dinding pegunungan sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya dan membentuk awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa.

Baca Juga:Gunung Sinabung Kembali Semburkan Awan Panas

“Fenomena ini jarang terjadi dan hanya bersifat momentum atau waktu- waktu tertentu, biasanya ditandai adanya kecepatan angin yang cukup kuat lebih dari beberapa hari di sekitar pegunungan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak