Kisah Toni Mendulang Cuan dari Beternak Perkutut Bangkok

Selama masa pandemi, ia sanggup menjual setidaknya 300 sampai 500 ekor perkutut sebulan.

Chandra Iswinarno
Kamis, 05 November 2020 | 19:05 WIB
Kisah Toni Mendulang Cuan dari Beternak Perkutut Bangkok
Tonny Hartono saat merawat perkutut di rumahnya [Suara.com/Farian].

Bila hasil peranakan kurang maksimal, ia harus mengganti indukan baik jantannya maupun betinanya. 

Setelah itu kembali dilihat hasil keturunan yang dihasilkan. Bila bagus, maka pasangan itu takkan dipisah. Bila meleset, treatment pergantian pasangan akan diulang. 

"Itulah kenapa harga perkutut bangkok ini cenderung stabil. Naik turunnya nggak melonjak begitu," jelasnya. 

Bagaimana cara memilih indukan yang baik bagi pemula? 

Baca Juga:Setelah Dilan, Iqbaal Ramadhan Perankan Burung Perkutut

Tonny merekomendasikan untuk memilih indukan dengan kualitas yang standart dulu. Ini untuk melatih agar breeder tahu proses mencari anakan perkutut berkualitas. Selain itu modal awalnya juga tidak terlalu besar. 

"Tapi kalau misal sampean punya jaringan yang bagus ya monggo silahkan. Perawatannya simpel," bebernya. 

Diujung wawancara Tonny berpesan, apapun yang menjadi usaha wajib hukumnya untuk diseriusi dan dicintai. Tidak ada istilah baginya, orang itu cocok memelihara perkutut atau tidak. Selama konsisten, hasilnya bisa dirasakan. 

"Saya mencoba 12 pasang dan hasilnya seperti ini. Kalau misalnya ada yang bilang, pak saya ndak cocok memelihara perkutut, halah itu salah. Banyak kok yang melenceng dari sekolahnya. Mana ada yang tahu kalau sarjana teknik terus bisa sukses ternak perkutut? Ndak ada. Yang penting telaten," pungkasnya. 

Kontributor : Farian

Baca Juga:Gegara Burung Perkutut Lepas, Nyawa Adi Berakhir di Kabel Listrik

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini