Keren! ITS Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak

ITS Surabaya tengah serius mengembangkan inovasi penelitian berupa alat yang diberi nama i-nose c-19 yang bisa mendeteksi Covid-19 lewat medium bau keringat ketiak.

Chandra Iswinarno
Senin, 18 Januari 2021 | 06:57 WIB
Keren! ITS Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak
Perangkat i-nose c-19 yang dikembangkan ITS untuk mendeteksi Covid-19 lewat bau keringat. [its.ac.id]
Wagub Jatim Emil Dardak mencoba alat i-nose c-19 yang dikembangkan ITS Surabaya, baru-baru ini. [its.ac.id]
Wagub Jatim Emil Dardak mencoba alat i-nose c-19 yang dikembangkan ITS Surabaya, baru-baru ini. [its.ac.id]

Ryan memaparkan, data dalam i-nose c-19 terjamin handal karena penyimpanannya pada alat maupun cloud. Penggunaan cloud computing mendukung i-nose c-19 dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium.

”Dengan berbagai kelebihan yang ada, i-nose c-19, karya anak bangsa, hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali,” ujarnya.

Selain terjamin dari segi biaya karena menggunakan komponen teknologi yang murah, i-nose c-19 juga tidak membutuhkan keahlian khusus dalam implementasinya.

Scanner ini dapat dilakukan oleh semua orang dengan perangkat pengaman yang lebih sederhana yakni hanya sarung tangan dan masker sebagai perlindungan dasar,” tuturnya.

Baca Juga:Divaksin Pertama, Wagub Emil Dardak Ogah Lihat Jarum Biar Tenang

Ryan melanjutkan, i-nose c-19 merupakan hasil penelitian selama empat tahun yang kemudian dioptimalkan dengan menyesuaikan Virus Covid-19 sejak Maret 2019 lalu. Saat ini, i-nose c-19 telah sampai pada fase satu uji klinis.

“Ke depannya akan ditingkatkan lagi data sampling-nya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat,” ujar dosen Teknik Informatika ITS ini.

Tak hanya itu, ia berharap, i-nose c-19 bisa segera dikomersialkan dalam waktu maksimal tiga bulan ke depan.

“Melihat semakin meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ini dunia membutuhkan banyak teknologi screening yang mudah dan cepat diimplementasikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan, ITS selama ini telah banyak berkordinasi dengan Pemprov Jatim dalam mengembangkan perangkat lunak berbasis kecerdasaran buatan, salah satunya i-nose c-19 ini.

Baca Juga:Perkenalkan GeNose Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Anak Negeri

“Tentunya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat bersyukur dan siap bersinergi dalam mendukung pengembangan inovasi i-nose c-19 ini,” tutur Emil usai mendapatkan penjelasan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini