facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gempa M 4,1 Guncang Berau Kaltim, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Dwi Bowo Raharjo Jum'at, 29 Januari 2021 | 08:58 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Berau Kaltim, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Peta guncangan gempa bumi di Berau Kaltim (ANTARA/HO.BMKG)

Gempa pertama 2021 di Kalimantan guncang Berau

SuaraJatim.id - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, diguncang gempa magnitudo 4,1 pada Jumat (29/1/2021) pukul 00.42 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,03 Lintang Utara dan 118,05 Bujur Timur.

"Tepatnya di laut pada jarak 62 km arah timur Kota Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, pada kedalaman 10 km," kata Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Dengan kejadian gempa tersebut, BMKG mencatat sejak 1 Januari 2021 telah terjadi sebanyak 77 kali gempa bumi di seluruh Indonesia.

BMKG mencatat pada Januari 2021 menjadi bulan abnormal untuk aktivitas gempa dirasakan (felt earthquake) di Indonesia, di mana frekuensi aktivitas gempa tektonik yang dirasakan masyarakat terjadi sangat banyak dengan jumlah di atas normal.

Baca Juga: Lampung Gempa, Jendela Rumah Warga Gemetar Keras Pada Istighfar

BMKG sudah mencatat gempa dirasakan sebanyak 77 kali gempa sejak 1 Januari 2021.

Jika sejak awal bulan Januari 2021 Pulau Kalimantan nihil aktivitas gempa dirasakan, maka hari ini Jumat, 29 Januari 2021 pukul 00.42 WIB giliran Berau salah satu wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur diguncang gempa tektonik.

Daryono menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa di Berau merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Diduga kuat pemicu gempa ini adalah sumber gempa di Zona Sesar Mangkalihat (Mangkalihat Fault Zone).

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Tanjung Redeb dan Tabalar dalam skala intensitas II-III MMI di mana guncangan dirasakan warga yang sedang tidak tidur.

Beberapa warga sempat membangunkan anggota keluarganya yang lain untuk diajak keluar rumah karena khawatir ada guncangan gempa susulan.

Baca Juga: Warga Pesisir Barat Rasakan Getaran Gempa Bumi: Astaghfirullah

Kekinian BMKG belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Menurut Daryono hal tersebut wajar karena magnitudo gempa relatif kecil dan dampaknya hanya guncangan yang mencapai skala intensitas III MMI belum merusak.

"Patut disyukuri dengan episenter di lepas pantai Berau, tetapi karena kekuatan gempa yang relatif kecil maka tidak berpotensi tsunami. Masyarakat pesisir Berau diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik terkait gempa yang terjadi," kata Daryono.

"Modusnya mengincar korban yang memiliki rental-rental mobil. Pertama dia datang sewa mobil dengan pakaian dinas, lalu diajak berbisnis. Pelaku mengaku punya koneksi di Bank Dunia untuk pinjaman uang," ujarnya.

Lantaran tersangka mengaku sebagai anggota Polri, korban pun tergiur tawaran pinjaman sebesar Rp3 miliar dengan jaminan sertifikat.

Namun korban mengaku tidak punya sertifikat sehingga RMF mengarahkan korban untuk membeli apartemen di Jakarta Timur seharga Rp700 juta. RMF kemudian meminta korban mentransfer uang sebesar Rp140 juta untuk menerbitkan sertifikat.

Setelah mengirimkan uang, pelaku mendadak menghilang sehingga korban melaporkan kasus penipuan ke Polda Metro Jaya pada 20 Januari 2021. Hanya dalam waktu dua hari setelah dilaporkan, pelaku berhasil diciduk polisi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Atas perbuatannya tersebut, RMF telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 7 tahun penjara. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait