alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Hendy Murka, Persilakan Pesilat yang Anarkis Minggat dari Bumi Jember

Muhammad Taufiq Minggu, 30 Mei 2021 | 10:15 WIB

Bupati Hendy Murka, Persilakan Pesilat yang Anarkis Minggat dari Bumi Jember
Ilustrasi Penganiayaan [Antara]

Bupati Jember Hendy Siswanto meradang dengan berbagai konflik kekerasan di jalanan yang melibatkan perguruan silat akhir-akhir ini.

SuaraJatim.id - Bupati Jember Hendy Siswanto meradang dengan berbagai konflik kekerasan di jalanan yang melibatkan perguruan silat akhir-akhir ini.

Saking mengkhawatirkannya dengan aksi anarkisme ini, bahkan kemarin pemerintah daerah melakukan audiensi dengan polres setempat, DPRD, perwakilan perguruan, ormas dan organisasi lainnya.

Hasilnya, salah satu kesepakatan diteken yakni merubuhkan semua tugu perguruan silat di desa-desa. Namun salah satu perguruan, PSHT menolak menandatangani kesepakatan tersebut.

Bupati Hendy, saking kesalnya menyampaikan agar pesilat yang berbuat anarki agar keluar dari Kabupaten Jember.

Baca Juga: Anarkisme Oknum Pesilat Tak Kunjung Mereda, Bupati Jember Meradang

"Intinya, semua perguruan pencak silat di Jember harus kondusif, tidak boleh tarung di jalan secara liar dan seenaknya sendiri. Ini negara modern, bukan zaman purbakala. Kalau mau seenakanya sendiri, keluar aja dari Jember. Cari negara lain saja," katanya, dikutip dari jatimnet.com media jejaring SuaraJatim.com, Sabtu (29/5/2021).

"Saya serius ini, kita ingin tenang, bukan cari susah. Ini negara ekonomi lagi hancur karena pandemi, kok malah bikin masalah macam-macam," katanya menegaskan.

Anarkisme yang terus dilakukan oleh para pendekar silat itu telah merugikan upaya pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Sebagai langkah persuasif preventif (pencegah), lanjut dia, telah digelar dialog dengan total 33 perguruan silat di Kabupaten Jember. Salah satu poin kesepakatan yakni menertibkan simbol-simbol perguruan silat, seperti tugu, yang berdiri di ruang publik.

"Kita akan buatkan aturannya. Anda mau bangun apa saja boleh, asalkan di tanahnya sendiri. Bukan di tanah orang. Itu juga ada regulasi yang harus dipenuhi. Semua harus taat," katanya.

Baca Juga: Polisi: Dugaan Korupsi Pasar Balung Kulon Jember Rugikan Negara Rp1,8 Miliar

Sebelumnya, Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyatakan Pemkab Jember bakal menertibkan simbol perguruan silat yang dibangun di ruang publik, lantaran dianggap sebagai salah satu pemicu bentrok (konflik).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait