alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Jatim Menggila, Personel Brimob dan Marinir Dikerahkan Perketat PPKM

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:16 WIB

Kasus Covid-19 di Jatim Menggila, Personel Brimob dan Marinir Dikerahkan Perketat PPKM
ilustrasi. Kasus Covid-19 di Jatim Menggila, Personel Brimob dan Marinir Dikerahkan Perketat PPKM. [Antara]

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan pengetatan penerapan PPKMdi daerah dengan mengerahkan personel Brimob dan Marinir.

SuaraJatim.id - Kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) makin meningkat. Personel Polisi dan TNI bakal diterjunkan melakukan pengetatan PPKM.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 melonjak signifikan di sejumlah daerah di Jatim. Terutama di Bangkalan Madura dan Madiun yang menjadi daerah penyumbang kasus Covid-19 tertinggi. Madiun kasusnya meningkat setelah adanya klaster hajatan pernikahan dan Bangkalan meningkat adanya klaster keluarga.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan pengetatan penerapan PPKM di daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 dengan mengerahkan personel Brimob dan Marinir.

"Masing-masing posko PPMK akan di-back up satu kompi pasukan," kata Argo, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga: Ricuh, Pos Penyekatan Jembatan Suramadu Dirusak Warga

Ditambahnya jumlah personel Polri dan TNI itu diharapkan agar penerapan PPKM di wilayah zona merah dan kuning lebih maksimal.

"Perkuat juga protokol kesehatan jangan sampai kendor," sambungnya.

Sementara Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo berharap, masyarakat Jawa Timur patuh terhadap aturan yang dibuat pemerintah. Pasalnya, aturan tersebut semata hanya untuk menyelamatkan warga dan menekan angka Covid-19.

Slamet juga berharap, masyarakat bisa tertib saat dilakukan tes antigen yang dilaksanakan di pos penyekatan Suramadu.

"Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat adanya penyekatan dalam rangka melaksanakan rapid antigen ini adalah untuk melindungi warga masyarakat kita. Tidak ada kepentingan lain," katanya saat meninjau pos Suramadu sisi Surabaya.

Baca Juga: Heboh Penyekatan di Suramadu, Epidemiolog: Metode Edukasi Harus Berbeda

Kontributor : Achmad Ali

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait