Dua GKJW Tertua Ini Tetap Lestari di Jatim, Salah Satunya di Kota Santri

Persekutuan gereja-gereja yang berbasis di Jawa Timur atau yang biasa disebut Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) memang banyak tersebar di Provinsi Jawa Timur.

Muhammad Taufiq
Selasa, 06 Juli 2021 | 12:57 WIB
Dua GKJW Tertua Ini Tetap Lestari di Jatim, Salah Satunya di Kota Santri
gkjw mojowarno – instagram @gkjw_mojowarno

Sementara di depan gewel, tertulis kutipan kitab injil yang berbunyi Dhuh Gusti, Ingkang Kawula Purugi Sinten Malih? Paduka Ingkang Kagungan Pangandikaning Gesang Langgeng (Ya Tuhan, kepada siapa kami pergi? Hanya Engkaulah yang memiliki sabda hidup kekal).

Bangunan ini juga memiliki empat pintu utama yang jadi jalan keluar masuk jemaat, lokasinya dua pintu di bagian depan dan dua pintu lainnya di samping kanan dan kiri bangunan. Serta sebuah pintu kecil di ruang Konsitori yang jadi jalan keluar masuk pendeta dan sejumlah majelis gereja.

Jendelanya, berjumlah total 14 buah, 12 buah jendela berukuran besar yang mengelilingi bangunan, serta dua buah jendela kecil di bagian ruang Konsitori. Saat memasuki ruangan Gereja, suasana klasik langsung menyambut. Dua tangga di sisi kanan dan kiri pintu menyambut tamu yang datang.

Tangga-tangga ini adalah jalan menuju ruangan di balkon dan di atas balkon satu tangga lagi di bagian tengah berbentuk melingkar mengarah ke ruang bel. Atapnya, berbentuk lengkungan dari lapisan kayu berwarna hijau, lengkap dengan tiga lampu gantung kuno.

Baca Juga:Heboh! Anak-anak Jombang Ini Lagi Main Nemu Bayi Merah Mengambang di Sungai

Di ruangan utama, berjajar bangku kayu memanjang yang terlihat sangat klasik di atas lantai marmer. Meski berusia ratusan tahun, puluhan bangku terbuat dari kayu kualitas terbaik di dalam ruangan ini masih sangat kuat.

Sementara di bagian depan ruangan utama, terdapat mimbar pendeta yang sekilas berbentuk kereta kencana yang juga terbuat dari kayu jati pilihan dan berusia sama dengan bangku. Di sampingnya, terdapat satu set alat musik berupa gamelan, drum, dan juga keyboard.

2. GKJW Suwaru

Bangunan GKJW Suwaru tidak dibangun oleh bangsa kolonial yang kala itu menduduki Kabupaten Malang, termasuk wilayah Pagelaran. Kini Gereja GKJW Suwaru berusia 201 tahun alias sudah dua abad.

Yang membangun gereja ini warga Jawa setempat pada masa kolonial. Gereja ini dibangun pada tahun 1817.

Baca Juga:Rekor! 36 Jenazah COVID-19 Dimakamkan Dalam Sehari di TPU Jombang Tangsel

Ornamen gereja memang kental dengan arsiterktur peninggalan kolonial. Tampak jendela-jendela berukuran besar menghiasi tembok gereja. Daun pintu gereja juga masih sangat klasik. Dengan model dua pintu dan berlapis horizontal.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini