Profil Sarah Gilbert, Penemu Astrazeneca yang Dapat Standing Applause di Wimbledon

Nama Sarah Gilbert sekarang lagi jadi sorotan. Ilmuan pemimpin tim penemu vaksin Astrazeneca ini mendapat standing applause saat pembukaan pertandingan Wimbledon.

Muhammad Taufiq
Minggu, 18 Juli 2021 | 17:15 WIB
Profil Sarah Gilbert, Penemu Astrazeneca yang Dapat Standing Applause di Wimbledon
Profesor Sarah Gilbert mendapat standing applause dalam pertandingan di Wimbledon [Foto: Youtube]

Ketika berita tentang kesuksesan pertama mereka menyebar- yakni saat sukarelawan uji coba menunjukkan respons kekebalan yang kuat dengan memproduksi antibodi dan sel-T yang dapat melawan virus corona -, ia menjadi selebritas sains dalam waktu semalam.

Meskipun terlalu dini untuk mengetahui apakah hal itu cukup untuk menawarkan perlindungan, temuan ini sangat menjanjikan dan uji coba yang lebih besar sedang berlangsung.

Nama Prof Gilbert tercantum di seluruh media, dan dia dibanjiri permintaan wawancara. Tetapi, seperti banyak rekan-rekannya, dia terbiasa melakukan pekerjaannya secara anonim- dan kebanyakan jauh dari kamera.

Dia terkenal di antara koleganya, sebagai salah satu ahli vaksin terkemuka di dunia. Ia telah menghabiskan lebih dari dua dekade di laboratorium untuk melakukan penelitian, memproduksi vaksin, dan mendapatkan dana untuk proyek-proyek masa depan.

Baca Juga:Viral! Perjuangan Demi Vaksin, Sejumlah Pemuda di Yogya Ini Rela Antre Semalam Suntuk

Gilbert juga seorang ibu. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah hal yang rumit baginya. Prof Gilbert melahirkan anak kembar tiga pada 1998, dan setahun kemudian menjadi dosen.

"Sangat sulit untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi," katanya, "Sepertinya tidak mungkin ketika Anda tidak mendapat dukungan. Saya punya tiga anak. Biaya penitipan anak lebih besar dari gaji saya."

Pasangannya memutuskan untuk menunda kariernya dan merawat anak-anak, tetapi dia mengatakan hal itu sulit pada saat itu.

"Saya hanya mendapat cuti hamil selama 18 minggu. Saya memiliki tiga bayi prematur untuk dirawat, itu sangat menegangkan," kata ilmuwan itu.

Tetapi Prof Gilbert mengatakan bahwa salah satu hal terbaik ketika menjadi seorang ilmuwan adalah dirinya tidak selalu harus bekerja berjam-jam, meskipun ada kalanya kerumitan terjadi.

Baca Juga:Terharu, Penemu Vaksin AstraZeneca Dapat Standing Ovation di Wimbledon

Pada 2004, dia adalah seorang reader (gelar untuk dosen senior di universitas), dan tiga tahun kemudian dia mulai mengerjakan proyek vaksin flu dari badan amal penelitian Wellcome Trust yang berbasis di London,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini