- Sebuah Honda Brio terjun dari Flyover Gubeng, Surabaya, pada Selasa (9/6/2026) dini hari akibat pengemudi kehilangan kendali.
- Pengemudi berinisial JS diduga mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol tinggi sehingga menabrak pembatas jalan hingga terjatuh.
- Dua penumpang di dalam mobil berhasil selamat meski mengalami luka dan sempat melawan petugas saat proses evakuasi.
SuaraJatim.id - Sebuah mobil Honda Brio berkelir putih dengan nomor polisi L 1184 ADT terjun bebas dari ketinggian Flyover Jalan Gubeng Pojok, Ketabang, Surabaya, Selasa (9/6/2026).
Kecelakaan tunggal yang terjadi pukul 01.28 WIB ini bukan sekadar insiden lalu lintas biasa. Di balik ringseknya bodi mobil, terselip drama penangkapan dan evakuasi yang menguras emosi petugas di lapangan.
JS (36), warga Kalijudan Indah yang duduk di balik kemudi, diduga kehilangan kesadaran akibat pengaruh alkohol yang menyengat. Melaju kencang dari arah barat ke timur, JS gagal mengendalikan tunggangannya saat melintasi jembatan layang.
Mobil kecil itu menghantam pembatas jembatan hingga hancur berkeping-keping, sebelum akhirnya meluncur jatuh ke bawah.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Kuatkan Daya Beli Lewat Pasar Murah, Kendalikan Inflasi dan Sediakan Bahan Pokok
"Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi, menghantam pembatas hingga hancur, lalu terjun bebas ke area taman tepat di bawah flyover," ungkap Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ajaibnya, meski kondisi mobil mengalami kerusakan parah hampir di seluruh bagian, JS dan seorang penumpang perempuan di sampingnya berhasil selamat dari maut. Keduanya hanya mengalami luka-luka dan syok berat akibat benturan hebat tersebut.
Drama terjadi saat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta kepolisian tiba di lokasi. Alih-alih berterima kasih karena telah diselamatkan, JS yang masih dalam pengaruh minuman keras justru meledak amarahnya. Ia sempat mengamuk dan melawan petugas yang mencoba mengevakuasinya.
"Korban pria (pengemudi) terus marah-marah karena masih dalam pengaruh alkohol. Karena kondisinya yang tidak stabil, proses evakuasi dan pengiriman ke RS Bhayangkara harus mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian," tambah Rokhim.
Kini, area taman yang sempat menjadi saksi bisu terjunnya mobil tersebut telah dibersihkan. Mobil Honda Brio yang hancur itu telah diderek oleh Dinas Perhubungan menuju Unit Laka Lantas Satelit guna penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga:Akal Bulus Ibu-Anak Buronan Bank Jatim Berakhir: 2 Tahun Hilang, Kini Masuk Bui