- Munajat Dwi Romadhoni yang hilang sejak 15 Juli 2026 ditemukan tewas di jurang Gunung Kendil, Lamongan, pada Kamis (23/7/2026).
- Tim gabungan bersama keluarga berhasil mengevakuasi jenazah korban dari dasar jurang sedalam 12 meter setelah delapan hari pencarian.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan, dan keluarga menolak autopsi karena mengikhlaskan kepergian korban.
SuaraJatim.id - Harapan keluarga Munajat Dwi Romadhoni (30) untuk melihat anggota keluarganya pulang dalam keadaan selamat pupus sudah.
Setelah delapan hari menghilang tanpa jejak, warga Dusun Penanjan, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan ini ditemukan tak bernyawa di dasar jurang Gunung Kendil, Lamongan, Kamis (23/7/2026) pagi.
Aroma menyengat yang terbawa angin di sekitar kawasan gunung menjadi petunjuk terakhir bagi misteri keberadaan Munajat yang dilaporkan hilang sejak 15 Juli 2026 lalu.
Titik terang keberadaan korban bermula pada Rabu sore, saat seorang warga yang tengah mencari rumput di sekitar Gunung Kendil terhenti oleh bau yang tak biasa. Curiga dengan aroma yang menyengat dari arah jurang, informasi tersebut diteruskan kepada keluarga Munajat.
Baca Juga:Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah
Berbekal keyakinan bahwa itu adalah anggota keluarga mereka yang hilang, tim gabungan dari Polsek Paciran yang dipimpin Iptu Abdul Ghufron, bersama para relawan dan pihak keluarga, melakukan penyisiran besar-besaran pada Kamis pagi.
"Setelah dilakukan penyisiran yang cukup berat di medan perbukitan, tim akhirnya menemukan jenazah MDR di dasar jurang. Pihak keluarga langsung mengenali identitas korban di lokasi," ujar Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim harus turun ke dasar jurang sedalam 12 meter untuk mengangkat jasad Munajat yang diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Berdasarkan pemeriksaan luar (visum) yang dilakukan tim medis di Puskesmas Paciran, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh pria malang tersebut.
"Indikasi kuatnya, korban meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 12 meter ke dasar jurang," lanjut Hamzaid.
Baca Juga:Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting
Di balik tragedi fisik tersebut, tersimpan kisah pilu mengenai kondisi mental korban. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Munajat selama ini berjuang melawan depresi yang cukup berat. Luka batin yang mendalam itu bahkan sempat membawa korban pada upaya percobaan bunuh diri di masa lalu.
Keluarga besar Munajat memilih untuk tidak memperpanjang proses medis dan menolak dilakukan autopsi. Mereka telah mengikhlaskan kepergian Munajat sebagai sebuah musibah.