- Kebakaran hebat melanda 10 kios di Pasar Agrobis, Kecamatan Babat, Lamongan, pada Minggu malam, 13 Juli 2026.
- Delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
- Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material besar akibat sepuluh kios hangus terbakar.
SuaraJatim.id - Minggu (13/7/2026) malam, sekitar pukul 20.44 WIB, kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari arah pintu barat Pasar Agrobis, Kecamatan Babat, Lamongan.
Tak butuh waktu lama, rona merah api langsung menguasai langit malam. Si jago merah dilaporkan pertama kali muncul dari sebuah toko plastik.
Karakter material plastik yang sangat mudah terbakar membuat api dengan cepat menemukan bahan bakarnya. Dalam hitungan menit, kobaran api merembet liar, menjilati deretan kios di sekitarnya yang saling berhimpitan.
Suasana di lokasi sempat dipenuhi kepanikan. Di tengah hawa panas yang menyengat, para petugas pemadam kebakaran harus berpacu dengan waktu agar api tidak meluas dan melahap jantung pasar lebih dalam.
Baca Juga:RM Padang di Tulungagun Ludes Dilalap Api Saat Pemilik Terlelap, Rugi Rp250 Juta
"Data sementara menunjukkan ada sekitar 10 kios yang terdampak kebakaran, di antaranya toko plastik dan toko perlengkapan ikan asin," ujar Agung Supriadi, Koordinator Wilayah Damkar Babat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Perlawanan terhadap api dilakukan secara besar-besaran. Tidak main-main, delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai penjuru, mulai dari Mako Induk Lamongan, Pos Babat, Pos Paciran, hingga Pos Ngimbang.
Armada tangki penyuplai air pun hilir mudik untuk memastikan pasokan air tak terputus di tengah upaya penjinakan api.
Meski petugas sempat kesulitan karena banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar, perjuangan keras itu akhirnya membuahkan hasil.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan proses pembasahan hingga larut malam guna memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan.
Baca Juga:Gudang Bank Sampah di Jombang Ludes Terbakar
Mengenai penyebab pasti bencana ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman. Namun, dugaan awal mengarah pada masalah teknis yang sering menjadi momok di pasar tradisional.
"Penyebabnya masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara berasal dari korsleting listrik di salah satu toko," tambah Agung.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diprediksi mencapai angka yang cukup besar mengingat barang-barang dagangan di 10 kios tersebut tak bersisa.