Kebutuhan Kremasi Saat Pandemi di Surabaya Tinggi, Satu Tungku Kreamtorium Keputih Rusak

Tingginya angka kasus kematian di Kota Surabaya sejak Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada rumah kremasi atau Krematorium Keputih Surabaya.

Chandra Iswinarno
Senin, 02 Agustus 2021 | 23:33 WIB
Kebutuhan Kremasi Saat Pandemi di Surabaya Tinggi, Satu Tungku Kreamtorium Keputih Rusak
Krematorium Keputih Surabaya. [humas.surabaya.go.id]

SuaraJatim.id - Tingginya angka kasus kematian di Kota Surabaya sejak Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada rumah kremasi atau krematorium. Tingginya kasus kematian berdampak pada percepatan proses kremasi atau pengabuan jenazah hingga membuat tempat kremasi di Krematorium Keputih rusak.

Kepala Krematorium Keputih, Eko Purnomo mengemukakan, satu dari tiga tungku pembakaran yang dimiliki tempatnya rusak sejak seminggu yang lalu.

Kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya proses pengabuan jenazah, lantaran saat ini yang tersisa hanya dua tungku untuk pengoperasiannya.

Berdasar pantauan Beritajatim.com-jaringan Suara.com di lokasi, tampak kerusakan terjadi di tungku pembakaran atau burner nomor 1.

Baca Juga:Periksa 3 Makelar, Polres Jakbar Temukan Fakta Baru Kasus Kartel Kremasi Jenazah Covid

Kerusakan yang terjadi pada dinding batu api yang tampak retak dan ada yang pecah, kemudian pintu dinding api yang juga rusak.

Bahkan, hingga kini tungku tersebut belum bisa diaktifkan karena sebagian dinding masih diperbaiki untuk penggantian batu api.

Sedangkan pintu sudah siap hanya menunggu pemasangan batu api oleh tukang. Menurut Eko, kerusakan tersebut terjadi karena beban penggunaan yang tidak sesuai dengan aturan.

“Seharusnya satu tungku ini digunakan untuk satu jenazah selama 24 jam. Kalau krematoriumnya sampai jadi abu hanya satu jam, tapi setelah itu kan harus pendinginan agar dinding api tidak rusak. Pendinginan ini prosesnya butuh waktu lama,” ungkap Eko saat ditemui di Krematorium Keputih, Senin (2/8/2021).

Dia mengemukakan, meningkatnya kasus Covid-19 ini membuat mesin-mesin tak berhenti bekerja. Sehari bisa menerima enam jenazah, namun akibat kasus yang meningkat sempat sehari mencapai 12 jenazah.

Baca Juga:Corona Meningkat, Kremasi Jenazah Covid-19 di Batam Nonstop 24 Jam

“Memang bulan ini kasusnya paling banyak, cuma saya gatau detailnya yang pasti kalau sejak ada covid sudah tembus ribuan,” katanya.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, apabila tungku digunakan lebih dari kapasitasnya dapat terjadi kerusakan pada dinding api seperti yang kini terjadi.

Bahkan, bisa lebih fatal, yakni membuat mesin rusak karena suhu api yang digunakan mencapai 2.500 derajat celcius.

“Sekarang terpaksa kita hentikan karena dindingnya pecah ada keretakan, kalau kita paksakan api bisa merembet kemana-mana,” pungkasnya.

Dengan matinya satu mesin tersebut, ia mengaku, proses krematorium agak terhambat karena biasanya bisa enam jenazah, kini hanya empat jenazah yang dapat diproses per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak