Saat Jantungmu Berdebar, Tidak Melulu Pertanda Penyakit Jantung, Tapi....

Jatung berdebar itu sesuatu yang normal ketika cemas atau usai melakukan aktivitas fisik. Debaran jantung tersebut merupakan respon tubuh.

Muhammad Taufiq
Kamis, 23 September 2021 | 11:28 WIB
Saat Jantungmu Berdebar, Tidak Melulu Pertanda Penyakit Jantung, Tapi....
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

SuaraJatim.id - Jatung berdebar itu sesuatu yang normal ketika cemas atau usai melakukan aktivitas fisik. Debaran jantung tersebut merupakan respon tubuh.

Meskipun begitu, ada juga jantung berdebar yang harus diwaspadai. Misalnya berdebar secara tiba-tiba diikuti gejala lainnya, misalnya pusing, pingsang.

Bila kondisi itu yang terjadi, segeralah hubungi dokter. Sebab kondisi tersebut bisa merupakan pertanda masalah yang tak semata pada jantung.

Seperti disampaikan Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Mochamad Renaldi. Ia mengatakan, berdebar atau palpitasi tak hanya dicirikan dengan kondisi denyut jantung di atas 60-100 kali per menit, melainkan juga sensasi terasanya denyut jantung pada dinding dada dan daerah sekitarnya.

Baca Juga:Daripada Tingkatkan Massa Otot, Pangkas Lemak Lebih Baik bagi Kesehatan Jantung

"Orang normalnya saat beraktivitas seperti menonton televisi tidak merasakan jantung berdenyut. Tapi ada beberapa kondisi denyutannya terasa sekali, kadang terasa cepat, tidak teratur, jantung seperti melompat-melompat," katanya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/09/2021).

Keluhan yang dialami dapat mencakup denyut jantung tiba-tiba lenyap dan sekedar rasa tidak nyaman. Durasi berdebar pun beragam mulai dari beberapa menit, berjam-jam hingga semalaman sehingga menyebabkan pasien tidak bisa tidur.

Menurut Renaldi, sekitar 16 persen atau seperlima pasien datang ke dokter mengeluhkan palpitasi ini dan tak semata dialami mereka dengan usia lebih tua. Dia pernah menemukan pasien anak usia sekolah mengalami keluhan berdebar.

Rekan sejawat sekaligus almamater Renaldi di Universitas Padjadjaran, dr. Christiani Muljono, SpJP, FIHA menuturkan, seseorang umumnya merasa berdebar sebagai kondisi yang cukup menakutkan dan mengancam jiwa karena berhubungan dengan jantung sehingga segera mencari pertolongan dokter.

Tidak melulu gangguan jantung

Baca Juga:Wisata Bali: Jejak Sejarah Kota Negara di Puri Agung Negara

Walau debaran terasa di dada, tetapi tak sampai 50 persen penyebabnya karena penyakit jantung. Dari 10 orang yang datang ke dokter jantung dengan keluhan ini, hanya 4 orang yang ternyata terbukti mengalami masalah jantung setelah pemeriksaan dilakukan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini