facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Isi Kandungan Surah Al Lail dan Dialog Fakir dengan Nabi Muhammad SAW

Pebriansyah Ariefana Selasa, 16 November 2021 | 12:05 WIB

Isi Kandungan Surah Al Lail dan Dialog Fakir dengan Nabi Muhammad SAW
Surah Al Lail

Asbabun nuzul diturunkannya surah ini dikisahkan terjadi perselesihan pemilik kurma dengan tetangganya yang fakir dan banyak anak.

SuaraJatim.id - Surah Al Lail termasuk surat ke 92 dalam Al Quran, terdiri dari 21 ayat. Diturunkan di Kota Mekah setelah surah Al A'la. Pemberian nama surat Al Lail diambil dari ayat pertamanya.

Asbabun nuzul diturunkannya surah ini dikisahkan terjadi perselesihan pemilik kurma dengan tetangganya yang fakir dan banyak anak.

Selanjutnya tentang kisah sebab diturunkannya Surah Al Lail yang disampaikan Ibnu Hatim, Al Hakim, dan Al Bazzar. Dijelaskan seorang pemilik pohon kurma yang subur. Namun mayangnya menjalar ke rumah tetangganya yang fakir dan banyak anak.

Bila berbuah lebat, pemilik selalu memetiknya sendiri. Tanpa membagi sedikitpun dengan tetangga fakir tersebut. Terlebih apabila kurma yang jatuh ke tanah dan diambil anak kecil akan diambil paksa.

Baca Juga: Bacaan Surah As Syam Beserta 4 Keutamaan soal Pembersihan Jiwa

Orang fakir tersebut mengadu pada Rasullullah perihal masalah tersebut. Hingga Rasullullah menawar kepada pemilik kurma "Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si fakir, dan bagiamu sebagai gantinya pohon kurma di Surga."

Ilustrasi berdoa (pixbay)
Ilustrasi berdoa (pixbay)

Namun pemilik pohon tidak mau "Hanya sekian tawaran tuan? Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya." Tawaran Rasullullah ditolak, hingga seorang dermawan menawarkannya "Apakah kau mau menjualnya?." kata dermawan. "Tidak kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku., akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." Kata pemilik kebun kurma. "Berapa yang engkau inginkan?." Tawar dermawan.

"Aku inginkan empat puluh pohon kurma." Dermwan tersebut menyanggupi permintaan tersebut. " Engkau minta yang bukan-bukan, baik ku berikan 40 pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar mau menukarnya."

Akhirnya masalah terselesaikan dengan ditukarnya pohon kurma tersebut dengan 40 pohon kurma. Keluarga fakir dan anaknya mendapatkan hak pohon kurma. Surah Al Lail mengajarkan pada umat islam dalam menyikapi kehidupan yang diberi harta dan kenikamtan yang lebih untuk berbagi dengan saudara, tetangga, dan ornag lain yang membutuhkan. pada akhirnya manusia tergolong menjadi 2 yaitu golongan orang beruntung dan merugi.

Berikut bacaan latin dan arti surah Al Lail:

Baca Juga: Surah Al Kafirun: Isi dan Makna, Masya Allah Ada Pesan Toleransi yang Tersembunyi

"Wal laili izaa yagsyaa. Wan nahaari iza tajalla. Wa maa khlaqaz zakara wal unsaa. Inna sa'yakum lasyatta. Fa amma man a'taa wattaqa. Wa saddaqa bil husan. Fa sanuyassiruhu lil yusra. Wa amma mam bakhila wastagna. Wa maa yuqni 'an hu maluhu iza taradda. Inna alainaa lal hudaa. Wa inna lanaa lal naaran talazza wa tawalla. Wa sayu jannabuhak atqaa. Alazi hu tii malahu yatazakka. Wa ma lil ahadin min ni,matin tuzaa. Illabtigaa a qaj hi rabbihil a'laa. Wa lasaufa yardaa."

Artinys: "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Dan demi siang apabila terang menderang. Demi menciptakan laki-laki dan perempuan. Sungguh usaha kami memang beraneka macam. Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala terbaik (surga). Maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagian). Dan adapun orang yang kikir dan merasa cukup (tidak perlu pertolongan Allah SWT). Serta mendustakan yang terbaik. (maka hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia binasa). Sesungguhnya kamilah yang memberi petunjuk. Dan sesungguhnya milik kamilah akhirat dan dunia itu. Maka aku peringatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Yang hanya dimasuki oleh orang yang celaka. Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yaitu yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah SWT) untuk membersihkan (dirinya). Dan tidak ada seorangpun yang memberikan suatu nikmatnya padanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberiakan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna)."

Demikianlah asbabun nuzul dan keutamaan dari surah Al Lail. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Cahya Hanifah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait